Terminal Bus Kartasura Sukoharjo Sepi, Ini Penyebabnya

Terminal Bus Kartasura, Sukoharjo, Jumat (3/5 - 2019), sepi pengunjung. Tempat yang dulu digunakan untuk menaikturunkan penumpang kini digunakan untuk kandang bus. (Solopos/Iskandar)
07 Mei 2019 23:04 WIB Iskandar Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO-Terminal bus Kartasura, Sukoharjo yang menempati lahan milik Desa Wirogunan, Kartasura, dengan luas kira-kira 6,8 hektare, sepi pengunjung. Hal ini disebabkan sejak kira-kira satu tahun ini bus jurusan Solo-Jogjakarta PP dan jurusan Solo-Semarang PP tidak masuk ke terminal ini.

“Sejak pengelolaan diambil alih provinsi kira-kira satu tahun lalu bus tidak masuk ke terminal, kecuali bus malam yang ambil penumpang di agen. Kami tidak berani mengarahkan masuk ke terminal karena tidak ada kewenangan,” ujar Koordinator Terminal Bus Kartasura, Sumaryadi, ketika
ditemui di ruang kerjanya, Jumat (3/5/2019).

Dia mengakui saat ini kondisi Terminal Bus Kartasura yang masuk kelas B ini semakin sepi. Bahkan dulu ketika pengelolaan belum diambil alih provinsi, pihaknya juga kesulitan mengarahkan bus agar masuk ke terminal.

Sebab sesuai fungsinya terminal tipe B seperti Terminal Bus Kartasura hanya digunakan untuk transit. Karena itu bus-bus malas masuk ke terminal.
Para pengemudi bus lebih memilih menurunkan penumpang di sekitar terminal lama. Sebab bus-bus itu tidak perlu masuk ke terminal yang ada
di tengah kampung.

Soal pengelolaan dan pengaturan Terminal Bus Kartasura, dia mengaku tak berani melangkah. Sebab sampai saat ini tidak ada payung hukum
yang jelas terkait pengelolaan terminal tersebut. Karena itu pihaknya saat ini tidak berani mengarahkan bus-bus tersebut masuk ke terminal.

Saat ini pihaknya masih menunggu Peraturan Daerah (perda) Sukoharjo. Dia memperkirakan kejelasan nasib terminal itu baru ditentukan setelah anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo resmi terpilih.

Secara terpisah salah seorang pedagang yang menempati salah satu kios di Terminal Bus Kartasura, Ny. Sumiati mengatakan dia nekat buka warung makan karena tak ada pekerjaan lain.

“Saya sudah tua dan tenaga saya tidak sekuat dulu. Sehingga karena kios ini dulu telanjur saya beli, maka sekarang saya memilih tetap membuka warung ini,” kata dia.

Berdasar pengamatan di lokasi menyebutkan, dari belasan kios di sisi barat terminal tersebut banyak yang tutup. Namun deretan kios sisi
timur yang menghadap ke barat relatif lebih ramai. Sebab deretan kios itu digunakan untuk agen bus malam ke berbagai jurusan. Karena itu di sisi timur ini banyak warga yang membeli tiket bus malam ke berbagai jurusan.