Dikeroyok Orang Saat Amankan Konvoi PSHT, Begini Kondisi Kasatreskrim Polres Wonogiri

Kapolda Jateng, Irjen Pol. Rycko Amelza Dahniel, membesuk Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Aditia Mulya Ramdhani di Rumah Sakit dr. Oen Solo Baru, Sukoharjo, Kamis (9/5/2019). (Solopos - Indah Septiyaning W.)
09 Mei 2019 15:35 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Aditia Mulya Ramdhani menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang tak dikenal saat mengamankan konvoi massa PSHT di kawasan SPBU Sudimoro, Sidoharjo, Wonogiri, Kamis (9/5/2019) dini hari.

AKP Aditia dirawat di Rumah Sakit dr. Oen Solo Baru, Sukoharjo. Saat dijenguk Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Kamis siang, AKP Aditia masih tak sadarkan diri di ruang ICU rumah sakit tersebut.

Kapolda Jateng datang didampingi Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI M. Efendi dan Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati sekitar pukul 13.15 WIB. Rombongan Kapolda berada di rumah sakit selama kurang lebih 30 menit.

"Kondisinya masih sama seperti kemarin saat pertama masuk ke sini [tak sadarkan diri]. Dokter masih berusaha memberikan pengobatan yang terbaik. Mudah-mudahan, saya mohon dukungan dan doa, bisa diobati dengan baik," ujar Kapolda kepada wartawan.

Kapolda menyampaikan kondisi korban saat ini belum sadarkan diri. Terdapat luka di beberapa bagian, di antaranya pada bagian kaki, tangan, kepala serta bagian badan lainnya. Aditia mengalami luka parah seusai dikeroyok massa saat terjadi bentrok dua perguruan silat di Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri, Kamis pukul 01.30 WIB.

Saat itu AKP Aditia sedang mengamankan terjadinya bentrok dua perguruan silat di Sidoharjo. Namun dia terpisah dari rombongan polisi dan dikeroyok massa di SPBU Sudimoro Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri.

"Kemungkinan besar dia [Aditia] dikira salah satu kelompok pendukung perguruan silat tertentu sehingga langsung dikeroyok. Apalagi saat bertugas menggenakan baju biasa bukan seragam dinas," kata Kapolda.

Ditanya terkait penyebab gesekan antarkedua perguruan silat itu, Kapolda menjelaskan hanya masalah sepele yakni saling ejek. Gesekan ini, menurutnya, bagian dari rentetan kasus sebelumnya. Kasus gesekan serupa sudah berlangsung sejak Selasa (7/5/2019).

"Gesekan terparah terjadi Kamis dini hari sampai ada korban luka dari anggota Polres Wonogiri," kata dia.

Kapolda mengemukakan bentrokan antarmassa di Wonogiri sudah memasuki malam ketiga. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut agar tak terulang lagi, Kapolda meminta kedua kubu yang bertikai untuk menyelesaikan secara hukum maupun kekeluargaan. Apalagi permasalahan yang memicu bentrokan bukanlah masalah yang besar.

"Kalau dengan kekeluargaan tidak bisa, ya selesaikan dengan cara hukum. Serahkan kepada kepolisian, tidak perlu melakukan tindakan sendiri yang bisa merugikan orang lain," kata dia.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, sejumlah aparat kepolisian terlihat berjaga di sekitar ruang ICU RS dr. Oen Solo Baru. Sementara keluarga AKP Aditia belum bisa dimintai konfirmasi. Seluruh keluarga berada di dalam ruang ICU.