Pria Bawa Kabur Cincin saat Memijat Nenek-Nenek di Klaten, Kok Bisa?

Ilustrasi penangkapan pelaku kriminalitas di jalan. (gqcriminallaw.com)
09 Mei 2019 03:00 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Huning Warastomo alias Tukul, 45, tersangka perampasan cincin milik seorang lanjut usia (lansia) di Keprabon, Polanharjo, Klaten, terancam hukuman sembilan tahun penjara. Sebelum ditangkap polisi, tersangka yang berdomisili di Kemasan, Sawit, Boyolali itu sempat digebuki massa.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, aksi perampasan itu bermula saat Tukul menawarkan jasa pemijatan kepada Jiyem, 77, warga Keprabon, Polanharjo, Klaten, Jumat (26/4/2019) pukul 09.15 WIB. Saat memijat, tersangka meminta Jiyem menanggalkan dua cincin yang dipakai. Saat lengah, tersangka langsung menggondol cincin tersebut.

Tak tinggal diam, Jiyem pun mengejar Tukul sehingga terjadi aksi saling tarik-menarik antara keduanya. Saat mengejar tersangka, Jiyem juga berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Di saat bersamaan, warga di Keprabon yang melihat hal itu langsung menangkap tersangka sebelum diserahkan kepada polisi.

“Tersangka sempat dihajar massa di lokasi kejadian. Tersangka ini kami jerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman selama sembilan tahun penjara,” kata Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, kepada wartawan di Mapolres, Selasa (7/5/2019).