Tahukah Anda? Jam Istiwak Masjid Agung Solo Masih Jadi Patokan Waktu Salat

Jam Istiwak di Masjid Agung Solo (Youtube/Solopos TV)
10 Mei 2019 08:00 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Pernahkah Anda berkunjung ke Masjid Agung Solo yang berada di utara Pasar Klewer? Masjid Agung merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kota Solo, Jawa Tengah. Masjid ini dibangun oleh Sunan Pakubuwono III pada 1763 yang selesai lima tahun kemudian, tepatnya 1768.

Masjid Agung Solo merupakan kategori masjid jami yang dipakai untuk salat berjamaah dengan jumlah makmum yang banyak. Masjid ini juga befungsi mendukung segala keperluan kerajaan yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan.

Masjid Agung Solo memiliki sejumlah benda unik, salah satunya jam istiwak. Tahukah Anda di mana letak jam istimewa tersebut? Jika diperhatikan detail, Anda tentu akan melihat jam istiwak di depan kantor pengurus Masjid Agung Solo.

Nah, tahukah Anda apa fungsi jam istiwak? Dikutip dari video unggahan Solopos TV di Youtube, Selasa (7/5/2019), jam istiwak merupakan jam matahari yang masih dipakai sebagai patokan waktu salat zuhur dan asar.

Jam istiwak alias jam bencet memanfaatkan sinar matahari itu menunjukkan waktu salat zuhur dan asar. Jam Istawak terdiri dari dua bagian busur cekung dan besi berwarna perak yang berdiri tegak. Busur cekung terdapat garis yang disertai angka 1-12. Jarum horizontal mengarah ke utara dan selatan. Terdapat tulisan Jawa menunjuk angka tahun 1784 alias 1855 Masehi yang berarti masa pemerintahan Pakubuwono VIII.