Proyek Pelebaran Jalan Kretek Bang Wonogiri Disetop Sebulan Demi Lebaran

Lalu lintas di Jl. Ahmad Yani yang terdapat proyek pelebaran jalan di dekat Taman Plintheng Semar, Wonogiri, Rabu (8/5/2019). (Solopos - Cahyadi Kurniawan)
10 Mei 2019 12:00 WIB Cahyadi Kurniawan Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Proyek pelebaran jalan di kawasan jembatan rel kereta api (kretek bang) Jl. Ahmad Yani, Wonogiri, akan dihentikan selama sebulan mulai H-15 sampai H+15 Lebaran. Hal itu demi kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2019.

Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri menyiapkan merekayasa lalu lintas di sejumlah ruas, salah satunya di Jl. Ahmad Yani yang terkena proyek pelebaran jalan bawah jembatan rel KA untuk kelancaran arus mudik maupun balik Lebaran.

Selama pengerjaan proyek, ruas jalan di bawah jembatan rel menyempit dan diberlakukan satu arah. “Setelah dihentikan sementara, penutup jalan dibuka. Hal itu supaya kedua ruas jalan bisa dilalui pengguna jalan dari kedua arah,” kata Kepala Dishub Wonogiri, Ismiyanto, saat ditemui Solopos.com, Selasa (7/5/2019).

Ia menjelaskan proyek pelebaran jalan itu dengan membangun fondasi jembatan rel baru dan mengecor jalan. Menurut rencana, jalan akan bertambah lebar menjadi 12 meter ditambah trotoar 1 meter di kiri dan kanan jalan.

Saat ini, baru sebagian pengecoran jalan yang rampung. “Kalau dicermati beda ketinggian jalan di ruas yang cor dan aspal. Nanti kami pasangi garis pembatas agar pengguna jalan lebih berhati-hati,” urai dia.

Selain itu, rekayasa lalu lintas juga diberlakukan di bundaran patung Sukarno Membaca. Dishub membuka water barrier yang selama ini dipasang untuk menutup salah satu ruas jalan. Sebagai gantinya, Dishub melengkapi ruas jalan di sekitar itu dengan markah dan rambu.

Arus lalu lintas dari arah Jl. Salak nantinya wajib berbelok ke kiri. Di persimpangan kantor ATR/BPN (Agraria) akan dilengkapi markah chevron dan rambu arah. Sedangkan arus kendaraan dari arah Perempatan Ponten diperbolehkan memutar kembali ke Perempatan Ponten memutari Patung Sukarno.

Sedangkan arus dari Jl. Ir. Sukarno dan jalan depan kantor DPRD Wonogiri diperbolehkan memutar ke arah timur menuju Jembatan Pokoh alias Jembatan Jurang Gempal dengan memutari Patung Sukarno.

“Rekayasa lalu lintas ini kami berlakukan jauh-jauh hari sebelum Lebaran agar pengguna jalan terbiasa dulu. Khusus untuk kawasan Patung Sukarno, rekayasa lalu lintas akan diteruskan hingga Lebaran usai,” terang Ismiyanto.