Petani Ikan Klaten Berharap Untung Berlipat Jelang Lebaran

Petani ikan di Nganjat, Polanharjo, Klaten, memberi pakan ikan di kolamnya, Rabu (8/5 - 2019). (Solopos/Ponco Suseno)
11 Mei 2019 23:00 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Sejumlah petani ikan di kawasan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, bersiap meraup untung berlipat menjelang Lebaran 2019. Saat memasuki pekan I Ramadan 2019, nilai jual ikan mentah di pasaran sudah naik signifikan, yakni mendekati 30.000 per kilogram.

Kepala Desa (Kades) Nganjat, Polanharjo, Pandu Sujatmoko, mengatakan produksi ikan nila di desanya setiap bulan mencapai 15 ton. Jumlah petani ikan di Nganjat mencapai 30-an orang.

“Harga jual ikan paling tinggi itu, ya saat berlangsung momentum Lebaran. Makanya, para petani ikan yang sudah siap panen menjelang Lebaran akan meraih untung banyak,” katanya kepada solopos.com, Kamis (9/5/2019).

Pandu Sujatmoko mengatakan setiap petani ikan yang memiliki kolam dengan kapasitas satu ton setidaknya dapat memperoleh omzet senilai Rp36 juta. Jumlah biaya produksi yang dikeluarkan senilai Rp20 juta. Sehingga setiap petani ikan dapat meraih keuntungan bersih Rp16 juta selama 3,5 bulan-4 bulan.

“Harga jual ikan saat ini senilai Rp28.000 per kilogram. Sebentar lagi sudah mencapai klimaksnya, yakni Rp30.000 per kilogram,” katanya.

Salah satu petani ikan asal Nganjat, Kecamatan Polanharjo, Arif Munandar, 40, mengatakan momentum Lebaran selalu ditunggu para petani ikan setiap tahunnya. Di saat Lebaran berlangsung, harga ikan di tingkat petani ikan selalu mengalami kenaikan fantastis.

“Saya pribadi memang sengaja menyebar benih ikan nila empat bulan lalu. Harapannya, saya bisa memasuki masa panen saat Lebaran 2019. Yang saya dengar di pasaran, harga jual ikan [di tingkat peani ikan] sudah mulai merangkak naik. Harapannya, bisa senilai Rp30.000 per kilogram,” kata Arif Munandar.

Arif Munandar mengaku memiliki ikan nila siap panen saat momentum Lebaran 2019 sebanyak tiga kuintal. Berbekal harga jual yang diprediksi senilai Rp30.000, warga Nganjat tersebut mengaku mampu meraup untung senilai jutaan rupiah.

“Secara garis besar tak ada kendala berarti. Cuaca juga masih mendukung meski kemarin sempat berlangsung pancaroba,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Widiyanto, mengatakan salah satu sentra produksi ikan nila di Kabupaten Bersinar berada di Kecamatan Polanharjo. Di tahun 2018, produksi ikan nila di Klaten mencapai 28.000 ton.

“Dalam budidaya ikan nila itu salah satu hal pokok adalah aliran airnya. Di kawasan Polanharjo itu kan kaya air. Sehingga sangat cocok dijadikan sebagai sentra budidaya ikan nila,” katanya.