Pendapa Monumen Juang 45 Klaten Asik Buat Ngadem, Ada Wifi Gratis Lagi

Warga menikmati suasana adem sambil menikmati layanan Wifi gratis di Pendapa Monumen Juang 45 Klaten, Rabu (8/5/2019).(Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
12 Mei 2019 11:00 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Suasana adem terasa ketika memasuki kawasan Monumen Juang 45 Klaten, Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Klaten, Rabu (8/6/2019) siang. Rindangnya pohon beringin di tempat tersebut menjadi peneduh dari teriknya matahari yang siang itu terasa menyengat.

Orang-orang duduk menyebar di bawah pohon. Mereka bercengkerama, tiduran, serta bermain ponsel. Aktivitas yang sama dilakukan orang-orang di dalam pendapa tak jauh dari pohon beringin.

Mereka selonjoran, duduk bersila, hingga tidur beralaskan lantai keramik di bawah tiang-tiang penyangga pendapa. Terbukanya seluruh sisi pendapa membuat semilir angin kian terasa.

Gefrian, 24, menjadi salah satu warga yang siang itu singgah di Pendapa Monumen Juang 45 Klaten. Ia duduk bersila di sisi timur pendapa berdekatan dengan patung para pejuang kemerdekaan. Teriknya matahari membuat Gefrian yang dalam kondisi puasa tak kuasa menahan kantuk hingga memilih beristirahat.

Alumni Fakultas Hukum UNS tersebut dalam perjalanan pulang dari Jogja ke rumahnya di wilayah Karanganyar mengendarai sepeda motor. “Kalau pas keluar kota arahnya Jogja mampirnya di sini. Lokasinya mudah dijangkau karena berada di pinggir jalan raya namun suasananya sepi. Di sepanjang perjalanan antara Jogja hingga Solo bagi saya yang nyaman untuk tempat istirahat ya di sini selain masjid,” kata Gefrian saat berbincang dengan Solopos.com.

Suasana adem di kawasan itu cocok untuk beristirahat termasuk saat menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadan. Selain suasana adem, fasilitas Wifi gratis di pendapa itu membuat Gefrian betah berlama-lama.

Gefrian mengatakan selain menjadi tempat singgah orang-orang yang dalam perjalanan, pendapa tersebut juga menjadi tempat beristirahat para gelandangan dan pengemis (Gepeng). “Tidak masalah ketika sama-sama berbagi tempat. Beristirahat di sini selama ini juga nyaman-nyaman saja,” ungkapnya.

Bergeser dari tempat duduk Gefrian, ada dua orang yang duduk bersender salah satu tiang sisi barat pendapa. Mereka yakni Diki Kurniawan, 14, warga Desa Kemit, Kecamatan Ngawen dan Sela, 14, waga Desa Pepe, Kecamatan Ngawen. Sejak pukul 11.00 WIB, dua bocah laki-laki yang masih berstatus pelajar SMP tersebut berada di pendapa. Tujuannya mengisi sisa hari libur sekolah menikmati fasilitas Wifi gratis.

“Saya juga puasa. Dari pada di rumah hanya tiduran dan menahan lapar, mending ke sini [Pendapa Monumen Juang] cari hiburan gratis. Kecepatan internetnya juga lumayan kenceng,” kata Diki.

Salah satu pedagang di sekitar Pendapa Monumen Juang, Marino, 58, mengatakan banyak warga yang memanfaatkan Pendapa Monumen Juang 45 Klaten sebagai tempat beristirahat saat siang. Jumlah warga yang singgah ke tempat tersebut kerap mencapai puluhan. “Hari ini termasuk sepi atau tidak seramai kemarin,” ungkapnya.

Marino juga menceritakan suasana pendapa itu adem saat terik matahari menyengat. Selain adem, kondisi pendapa cukup sepi meski berada di tepi Jl. Veteran, salah satu jalan utama di Klaten. “Soal kebersihan, kawasan ini kerap terjaga. Setiap hari ada petugas yang menyapu dan mengepel,” tutur dia.