Akuarium Jumbo Jadi Ikon Utama Desa Nganjat Klaten

Akuarium jumbo di Desa Nganjat, Polanharjo, Klaten, Rabu (8/5/2019).(Solopos - Ponco Suseno)
12 Mei 2019 02:00 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Desa Nganjat menjadi salah satu desa di Kecamatan Polanharjo. Warga desa yang berbatasan dengan Desa Ponggok ini sebagian besar bekerja sebagai petani. Di Nganjat terdapat 1.100 jiwa atau 350 kepala keluarga (KK) dengan delapan Rukun Tetangga (RT) dan empat Rukun Warga (RW). Warga tersebar di beberapa dukuh, di antaranya Nganjat, Jetis, Ponggok, Umbul Cilik, Ngeblak, dan Botorejo.

Di samping petani, warga di Nganjat juga banyak yang menggantungkan hidupnya pada hasil perikanan. Hal ini sesuai dengan latar belakang desa yang memiliki potensi air melimpah ruah.

Desa dengan luas wilayah sekitar 74 hektare itu, sedikitnya 14 hektare difungsikan sebagai areal pertanian. Sedangkan empat hektare difungsikan sebagai sentra perikanan nila.

Dalam setahun, Pemerintah Desa (Pemdes) Nganjat sangat mengandalkan sewa tanah kas desa sebagai sumber pendapatan asli desa (PA Desa). Hasil PA Desa saat ini rata-rata senilai Rp52 juta. Sejauh ini, dana desa di Nganjat senilai Rp784 juta dan alokasi dana desa (ADD)senilai Rp320 juta.

“Dengan dukungan pendapatan desa yang ada, kami ingin meningkatkan PA Desa hingga dua kali lipat. Kami berencana membangun wisata air terpadu di Nganjat. Selain kolam renang, perikanan, dan sarana outbound, kami menyiapkan akuarium jumbo. Ini yang membedakan dengan daerah lainnya. Nantinya akuarium itu akan diisi ikan atau pun binatang lain. Fungsinya untuk menarik pengunjung juga,” kata Kepala Desa (Kades) Nganjat, Pandu Sujatmoko, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Rabu (8/5/2019).

Pandu mengatakan sudah menggelontorkan dana senilai Rp1 miliar guna membangun wisata air, meliputi kolam renang dan akuarium. Total ada sembilan akuarium jumbo, masing-masing berukuran panjang dua meter, lebar 1,5 meter, dan tinggi dua meter.

“Sebentar lagi, kolam renang difungsikan. Selanjutnya, akuarium juga akan diisi ikan yang besar-besar. Di luar itu masih ada perikanan dan sarana outbound lainnya. Dengan cara seperti ini, kami optimistis dapat meningkatkan PA Desa hingga dua kali lipat ke depannya. Kesejahteraan warga juga diharapkan naik drastis,” katanya.