Siswa SMA-SMK di Solo Konvoi Kelulusan, Lalu Pesta di Tawangmangu

Konvoi siswa SMA-SMK di Jl. Tentara Pelajar, Pedaringan, Jebres, Solo, Senin (13/5 - 2019). (Solopos/Nicolous Irawan)
13 Mei 2019 20:30 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Konvoi kelulusan oleh para siswa SMA dan SMK rupanya masih muncul di Solo, Senin (13/5/2019). Hal ini tetap menjadi pilihan para siswa yang baru saja lulus meski banyak pihak yang mengimbau agar tidak dilakukan.

Sejak pukul 14.00 WIB, beberapa siswa sudah bersiap–siap untuk melakukan konvoi guna merayakan pengumuman kelulusan. Aksi corat-coret baju seragam juga dilakukan di sejumlah tempat.

Salah satunya siswa SMK swasta di Kota Solo, Endro. Ia mengaku bersama puluhan siswa sekolah lain sudah bersiap melakukan konvoi sebagai luapan kegembiraan atas kelulusannya. Menurut dia, konvoi dilakukan seusai mengikuti ujian nasional (UN) dan belajar selama tiga tahun di bangku sekolah wajar dilakukan.

"Selain aksi konvoi, kami [rombongan siswa] nantinya juga melakukan aksi coret-coret seragam sekolah,” ujarnya saat ditemui Solopos.com di Jl. Monginsidi, Gilingan, Banjarsari, Solo, Senin (13/5/2019).

Dia mengatakan sekolah memang melarang aksi konvoi dan corat-coret seragam. Pengumuman hasil kelulusan hanya boleh diambil oleh orang tua. Hasil pengumuman kelulusan baru diumumkan pada sore hari pukul 16.00 WIB dan para siswa tidak diperbolehkan masuk mengikuti orang tua.

"Sembari menunggu hasil pengumuman saya bersama teman–teman berniat untuk melakukan konvoi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan siswa SMAN di Kota Solo, Bactiar Maulana. Dia mengakui ada seratusan siswa yang berencana ikut konvoi di sekolahnya dan sekolah lain. Setelah mengikuti konvoi, mereka akan melanjutkan acara di Tawangmangu.

“Saya belum tahu lulus atau tidak. Ini bentuk ekspresi kegembiraan saja karena telah selesai sekolah dan telah merampungkan ujian nasional,” ujarnya.

Ia mengaku telah menyiapkan penginapan untuk merayakan pesta kelulusan. Orang tuanya juga memiliki sebuah penginapan di daerah Tawangmangu. Penginapan tersebut akan dia pergunakan untuk berpesta dengan teman–temannya. "Saya sudah diberikan izin oleh orangtua untuk menggelar acara pesta di sana,” ujarnya.

Ia mengaku akan melakukan konvoi dengan menyusuri jalan gang-gang untuk menghindari kejaran pihak kepolisian. Menurut pantauan teman-temannya, beberapa tempat telah dijaga pihak kepolisian. "Saya akan lewat jalan tikus. Karena ada banyak polisi berjaga di jalan," jelasnya.

Pantauan Solopos.com, konvoi kendaraan terlihat di beberapa lokasi, antara lain di wilayah Jebres, Kadipiro, dan Mojosongo. Siswa yang mengenakan seragam putih abu-abu itu hilir mudik di jalan.

Saat konvoi hasil kelulusan, mereka mengendarai sepeda motor secara bergerombol dan sesekali melaju di lajur berlawanan. Selain itu, umumnya mereka mengendarai sepeda motor yang sudah dimodifikasi knalpotnya menjadi alias motor brong.

Sementara itu, para siswa itu sendiri tampak menutup telinga mereka dengan kapas untuk mengurangi suara bising dari knalpot. Aksi para siswa sempat menjadi tontonan warga yang tinggal di pinggir jalan yang mereka lewati.

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Busroni, mengaku menyiapkan personel untuk mengamankan sejumlah kawasan saat pengumuman kelulusan. Lebih dari 160 personel dari Satlantas, Satreskrim, Satintelkam, dan Satsabhara dikerahkan. Mereka akan dibagi menjadi dua, yakni penjagaan di sekolah dan patroli gabungan di kawasan batas perkotaan di Kota Solo.

“Kami antisipasi penjagaan konvoi sejak pagi. Sudah kami kerahkan beberapa personel di beberapa sekolah dan di pos penjagaan,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com melalui sambungan telepon, Senin.

Kompol Busroni menyarankan para siswa berkonvoi agar tidak mengganggu pengguna jalan lain, terlebih saat ini memasuki Ramadan. “Bulan Ramadan itu bulan yang suci. Ciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi semua penguna jalan,” ujarnya.

Ia mengaku pengamanan di Kota Solo berjalan aman. Di Solo, hingga Senin petang belum diketemukan tanda-tanda siswa yang konvoi,” ujarnya.