Pecah Ban, Minibus Terguling Lalu Dihantam Vios di Tol Boyolali, 1 Orang Meninggal

Polisi mengamati dua mobil yang terlibat kecelakaan di jalan tol jalur A Km 483, Dukuh/Desa Metuk, Mojosongo, Boyolali, (Senin (13/5/2019). (Istimewa - Polres Boyolali)
13 Mei 2019 14:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Minibus Mitsubishi berpelat nomor G 1027 JB yang disopiri Ahmad Rukhi, 40, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem, Batang, terguling karena bannya pecah di Tol Trans Jawa wilayah Boyolali, Senin (13/5/2019) pukul 04.15 WIB.

Beberapa saat kemudian, Toyota Vios berpelat nomor AD 8303 ED melaju dari arah yang sama dan menabrak minibus Mitsubishi yang terguling. Joko Ariyanto, 38 warga Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo, yang mengendarai mobil Vios itu diduga tak menyadari ada mobil terguling sehingga telah mengantisipasi dan menabrak minibus tersebut.

Tabrakan itu mengakibatkan sopir minibus, Ahmad Rukhi terpental ke jalur berlawanan dan tertabrak kendaraan lain yang melintas di jalur tersebut. Ahmad Rukhi meninggal dunia di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi dari Satlantas Polres Boyolali, kecelakaan itu terjadi di jalur A Km 483, Dukuh/Desa Metuk, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Kasatlantas AKP Febriyani Aer mewakili Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan sebelum kecelakaan terjadi, minibus Mitsubishi melaju dari arah barat ke timur atau dari arah Semarang menuju arah Solo dalam kondisi normal.

Namun sesampai di lokasi kejadian, minibus mengalami pecah ban depan bagian kanan. Akibatnya, mobil langsung oleng dan terguling hingga melintang di badan jalan.

Meski terguling, sopir Ahmad Rukhi bersama penumpang di dalamnya, Zulfa Abadi, 25, dan Mubarok, 50, selamat. Bahkan, Ahmad Rukhi dan keduanya sempat berusaha keluar sendiri dari mobilnya.

“Pada saat pengemudi dan penumpang [minibus] berusaha keluar dari kendaraan, mereka tertabrak mobil Toyota [Vios] yang melaju dari arah belakangnya,” ujar Aer.

Tabrakan tersebut menyebabkan sopir Mitsubihsi terpental hingga ke jalur berlawanan dan tertabrak kendaraan lain yang sedang melintas. Ahmad Rukhi meninggal seketika.

“Korban terpental masuk ke jalur lawan arah [Solo-Semarang] kemudian tertabrak kendaraan tak dikenal dari lawan arah hingga meninggal dunia di lokasi. Kami masih menyelidiki kendaraan yang menabrak korban,” imbuh Aer didampingi Kanit Lakalantas Ipda Utomo.