Tugu Dirusak, PSH Winongo Sudimoro Wonogiri Akan Bangun Lagi

Pengendara melintas di jalan dekat tugu PSH Tunas Muda Winongo yang hancur di Sudimoro RT 002/RW 007, Tremes, Sidoharjo, Wonogiri, Sabtu (11/5 - 2019).(Solopos/Rudi Hartono)
13 Mei 2019 13:00 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Sub Ranting Persaudaraan Setia Hati (PSH) Tunas Muda Winongo Madiun atau PSH Winongo, Sudimoro, Tremes, Sidoharjo, Wonogiri, menyatakan akan membangun kembali tugu yang dirusak massa pada Rabu (8/5/2019) malam lalu.

Perwakilan Sub Ranting PSH Winongo Sudimoro, Eno Dwi Priambodo, kepada Solopos.com, Senin (13/5/2019), menyampaikan bagi perguruan, tugu tersebut bukan sekadar bangunan. Tugu itu adalah prasasti kebesaran dan pemersatu pesilat PSH Winongo.

Simbol-simbol di dalamnya memiliki makna masing-masing, seperti seruan untuk hidup menegakkan kebenaran dari kemungkaran dan pesan di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Selain itu ada semboyan perguruan yang berarti seruan agar selalu ingat kepada Tuhan, kuat dalam menghadapi ujian hidup, dan selamat dunia dan akhirat.

Bahkan, terdapat pula lambang negara. Menurut Eno, PSH Winongo akan membangun tugu yang lebih besar dan megah daripada tugu yang telah rusak. Tugu yang rusak berukuran panjang lebih kurang 3 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 4,5 meter.

Terkait lokasi, dia mengaku lokasinya dapat dipindah karena tempat strategis di Sudimoro banyak. “Kami membangun tugu tidak main-main,” imbuh Eno.

Eno memastikan tugu yang dirusak sebelumnya di Sudimoro RT 002/RW 007 dibangun dengan seizin pemangku kepentingan setempat, termasuk warga, Ketua Rukun Tetangga (RT) 002-005/RW 007, Kepala Dusun (Kadus), dan Kepala Desa (Kades). Izin diberikan secara tertulis.

Soal Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditia Mulya Ramdhani, yang menjadi korban pengeroyokan di saat bersamaan dengan pengrusakan tugu tersebut, Eno menyatakan turut prihatin. Dia tak menyangka ada polisi yang sebenarnya mengamankan wilayah justru menjadi korban.

Eno menceritakan pada Rabu (8/5/2019) malam itu anggota PSH Winongo Sudimoro awalnya berjaga mengamankan tugu. Namun, lantaran massa yang datang sangat banyak, anggota perguruan mengamankan diri dan memantau dari jauh.

“Alhamdulillah selamat semua,” ulas Eno.

Sebagaimana diberitakan tugu lambang PSH Winongo di Sudimoro, Sidoharjo, Wonogiri, dirusak oleh massa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pada Rabu (8/5/2019) malam. Gara-gara kerusuhan itu pula, Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditia Mulya Ramdhani, mengalami luka serius akibat dianiaya massa.

AKP Aditia dianiaya di teras rumah salah satu warga di saat hampir bersamaan dengan perusakan tugu PSH Winongo. Ketua RT 001/RW 007 Sudimoro, Ruswanto, menceritakan tugu itu baru dibangun dua bulan lalu.

Dia sempat menyatakan tak setuju tugu perguruan bela diri didirikan di dekat permukiman warga. Menurut dia, penanda itu bisa menimbulkan gesekan.