Tragis, Pelajar SMP Karanganyar Meninggal Tertimpa Batu Dari Tebing Sepulang Sekolah

Ilustrasi mayat (Solopos/Dok)
14 Mei 2019 19:15 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Seorang pelajar SMP di Tawangmangu, Karanganyar, meninggal dunia akibat tertimpa batu yang jatuh dari tebing di jalan tembus Tawangmangu, Selasa (14/5/2019).

Pelajar Kelas VIII SMPN 1 Tawangmangu bernama Agung Argo Saputro, 14, itu sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah saat peristiwa itu terjadi pukul 12.15 WIB. Remaja anak pasangan Agus Suwondo dan Sri Lestari, warga Cemoro Sewu RT 004/RW 003, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, itu tertimpa batu di bagian kepalanya.

Kapolsek Tawangmangu, Iptu Ismugiyanto, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Catur Gatot Efendi, mengungkapkan batu jatuh mengenai bagian depan kepala Agung.

"Korban perjalanan pulang dari sekolah. Dia mau pulang ke rumah. Pas melintas di lokasi kejadian pukul 13.00 WIB itu sedang hujan. Dugaan kami, batu itu jatuh dari tebing langsung mengenai bagian depan kepala. Helm yang dikenakan remuk bagian depannya," kata Ismugiyanto saat dihubungi Solopos.com, Selasa.

Menurut Ismugiyanto, Agung tidak langsung terjatuh setelah terhantam batu melainkan sesaat setelah itu. Tubuhnya tergeletak di dekat sepeda motor Honda Scoopy berpelat nomor AE 5822 NQ yang dinaikinya.

Sejumlah orang yang melintas di sekitar lokasi kejadian berhenti dan berusaha memberikan pertolongan. "Korban dibawa ke Puskesmas Tawangmangu. Kami menghubungi keluarga korban dan orang tua korban datang ke puskesmas. Mereka menerima kejadian yang dialami anak tersebut sebagai bencana. Setelah keluarga menandatangani surat pernyataan, jenazah korban diserahkan untuk dikebumikan," tutur dia.

Ismugiyanto menyampaikan tebing yang longsor bukanlah tebing di jalan tembus Tawangmangu yang rawan longsor. Apabila dari Karanganyar lokasi tebing setelah tebing yang rawan longsor atau berjarak 300 meter ke arah Magetan, Jawa Timur.

Camat Tawangmangu, Rusdiyanto, menyampaikan sejumlah tebing di jalan tembus Tawangmangu rawan longsor. Tanah dan batu longsor terutama setelah hujan.

Pantauan Solopos.com, ini bukan kali pertama batu dan tanah dari tebing di jalan tembus longsor. Bekas tanah dan batu longsor jatuh hingga jalan.

"Tebing di jalan tembus rawan longsor. Kami khawatir menjelang mudik dan balik Lebaran ini. Kami mengandalkan komunitas sukarelawan di Tawangmangu [untuk pengamanan]," tutur dia saat dihubungi Solopos.com, Selasa.

Di sisi lain salah satu kerabat Agung yang juga Kepala Desa Gondosuli, Pangat, membenarkan adanya musibah yang dialami Agung. Agung melewati jalan itu saban hari saat berangkat dan pulang sekolah.

Dia membenarkan kondisi tebing di jalan tembus rawan longsor. Saat ditanya kemungkinan batu di tebing jalan tembus longsor karena intensitas hujan di Tawangmangu, Pangat tidak banyak berkomentar.

"Kurang tahu juga batu dari tebing bisa longsor begitu. Tawangmangu memang hujan kemarin dan hari ini. Jalan kan tidak mungkin ditutup. Tidak bisa juga dipasang beronjong," tutur dia.