28 Siswa SMA Sederajat di Solo Tidak Lulus, Kenapa?

Ilustrasi pengumuman kelulusan SMA. (Dok)
15 Mei 2019 16:00 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Sebanyak 28 siswa SMA/MA/SMK di Solo dinyatakan tidak lulus. Menurut catatan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Solo dan Sukoharjo, mereka tidak lulus karena mengundurkan diri atau meninggal dunia.

Dengan demikian tingkat kelulusan di Solo mencapai 99%. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Solo dan Sukoharjo, Suyanta, menjelaskan para siswa yang dinyatakan tidak lulus terdiri atas enam siswa SMA/MA dan 22 siswa SMK negeri maupun swasta.

“Mereka tidak lulus karena mengundurkan diri atau meninggal dunia,” ujarnya saat ditemui Solopos.com di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Solo dan Sukoharjo, Selasa (14/5/2019).

Suyanta menyatakan pengumuman kelulusan serentak di semua sekolah dilaksanakan Senin (13/5/2019) pukul 16.00 WIB. Nilai UNBK saat ini tidak menjadi faktor penentu kelulusan. Namun, siswa harus tetap termotivasi dalam belajar untuk mendapatkan nilai terbaik.

"Untuk lulusan SMA/MA memiliki kecenderungan kuliah setelah lulus daripada langsung bekerja. Sementara itu, kecenderungan lulusan SMK bekerja setelah lulus masih tinggi. Terbukti beberapa siswa sudah diterima bekerja,” ujar dia.

Suyanta telah berkoordinasi dengan seluruh SMA/MA/SMK untuk mengamankan keadaan saat pengumuman UN. Ia meminta sekolah hanya mengundang orangtua siswa. Meskipun demikian, pihaknya juga meminta agar siswa tidak melakukan selebrasi kelulusan secara berlebihan, seperti konvoi maupun corat-coret.

Sekolah diminta memfasilitasi kegiatan coret-coret seperti menyediakan kain panjang ataupun konvoi dengan sepeda onthel sebagai alternatif. “Mereka yang tidak lulus UN tahun ini bisa mengikuti lagi UN tahun depan. Ya mulai dari awal. Bisa jadi ikut ujian paket, tapi lepas dari sekolah,” imbuh dia.

Suyanta menambahkan sebanyak 13.054 siswa di tingkat SMA/MA dan SMK mengikuti UN. Mereka terdiri atas 6.519 siswa SMA/MA dan 7.421 siswa SMK se-Kota Solo. UN tahun ini menggunakan soal-soal berbasis Higher Order Thinking Skills [HOTS].

"Dengan banyak latihan, siswa pasti semakin mudah memahami. Terbukti ada salah satu siswa SMAN 4 Solo mendapatkan nilai 100 dalam empat mata pelajaran [mapel],” ujar dia.

Sementara itu, Kepala SMK Sahid Solo, Naim Mabruri, telah meminta seluruh anak didiknya yang mengikuti UN untuk tidak mengekspresikan apapun hasil ujian dengan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Murid juga tidak boleh melakukan aksi corat-coret maupun pawai kendaraan.

“Terbukti siswa kami turun ke jalan justru untuk membagikan nasi bungkus kepada orang yang membutuhkan. Kegiatan itu lebih bermanfaat daripada konvoi di jalan. Untuk siswa SMK Sahid Alhamdulilah lulus 100%,” ujar dia.