10 Perempuan Lolos Jadi Anggota DPRD Sukoharjo, 3 Di Antaranya Istri Kades

Ilustrasi caleg. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
15 Mei 2019 13:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- DPRD Sukoharjo periode 2019-2024 akan memiliki 10 anggota dari kalangan perempuan. Tiga di antaranya perempuan itu diketahui merupakan istri kepala desa (kades).

Ketiga caleg istri kades itu maju lewat PDIP dan bersaing dengan caleg lainnya di Daerah Pemilihan (Dapil) II dan III. Dari total 10 perempuan yang akan duduk di kursi parlemen itu, PDIP menyumbang enam wakil meliputi dua petahana dan empat pendatang baru.

Sementara sisanya dari PKS dan PKB yang masing-masing menempatkan dua caleg perempuan. Sepuluh perempuan calon anggota DPRD Sukoharjo 2019-2024 itu yakni Umi Sunarsih, Endang Sri Sugiyanti (keduanya maju di Dapil I), Wahyu Mulyani, Sri Mulyani, Wiji Astuti (ketiganya dari Dapil II), Okiviana, Maria Kristutiningsih (keduanya dari Dapil III), Siti Zakiyatun Ni’mah (Dapil IV) Artiyana Ririn Yuanawati, Sumiyati (keduanya dari Dapil V).

Sedangkan tiga caleg istri kades yakni Wahyu Mulyani (istri Kepala Desa Kateguhan Tawangsari), Sri Mulyani (istri Kepala Desa Majasto, Tawangsari), dan Maria Kristutiningsih (istri Kepala Desa Gumpang, Kartasura).

Dari ketiga caleg istri kades itu, hanya Wahyu Mulyani yang petahana. Sementara dua lainnya pendatang baru atau new comer.

“Saya selalu menghadiri berbagai pertemuan masyarakat. Setiap ada undangan nikah saya selalu datang. Begitu pula saat ada warga yang meninggal dunia, saya sempatkan waktu untuk melayat ke rumah duka,” kata Wahyu Mulyani saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (14/5/2019).

Wahyu memperoleh 5.680 suara pada Pemilu 2019. Dia menilai persaingan antarcaleg pada Pemilu 2019 lebih sengit dibanding pemilu pada lima tahun lalu. Semua calon wakil rakyat turun lapangan untuk menarik simpati masyarakat.

Tak hanya petahana, caleg pendatang baru bahkan lebih gencar menyosialisasikan visi dan misi di berbagai pertemuan. Selama masa kampanye, Wahyu memperkuat jaringan sukarelawan di setiap desa.

Mereka bekerja siang dan malam untuk menyosialisasikan visi dan misi serta program kerja. “Basis suara PDIP cenderung loyalis. Saya hanya merawat konstituen yang tersebar di setiap desa dan berupaya menyasar suara di sini [Dapil II],” ujar dia.

Sementara itu, Sri Mulyani juga mengaku kerap berinteraksi dengan masyarakat saat kegiatan pertemuan atau arisan kalangan ibu-ibu. Dia juga memperkuat jaringan sukarelawan di setiap desa untuk menarik simpati masyarakat. Para sukarelawan itu tak pernah absen saat ada kegiatan pertemuan masyarakat.

Bermodal 6.102 suara, Sri Mulyani diperkirakan melenggang mulus menuju parlemen. “Tidak ada strategi khusus. Biasa saja. Jika ada kegiatan pertemuan masyarakat saya datang. Yang jelas, saya ingin menghargai masyarakat yang telah memberi amanah sebagai wakil rakyat,” kata dia.