Bubarkan Balap Liar di Alun-Alun Kidul Boyolali, Polisi Sita 24 Motor

Aparat Polres Boyolali membubarkan balap liar di kawasan Alun-Alun Kidul Boyolali, Rabu (15/5/2019) dini hari. (Istimewa - Polres Boyolali)
15 Mei 2019 15:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Aparat Polres Boyolali menyita 24 sepeda motor saat membubarkan aksi balap liar di Jl. Merdeka Timur kawasan Alun-Alun Kidul Boyolali, Rabu (15/5/2019) dini hari. 

Sepeda motor yang disita itu baik yang dipakai balapan maupun kendaraan penonton yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan beserta para pengendaranya.

Dalam razia tersebut polisi mengepung kawasan yang dijadikan arena balap liar, yakni pada lajur barat di jalan kawasan depan DPRD Boyolali hingga ke Menara Jagung itu. Para joki dan ratusan penonton di lokasi tersebut tak dapat berkutik. 

Selanjutnya, para joki diamankan ke Mapolres sedangkan penonton langsung dipaksa meninggalkan lokasi. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, rencana balapan liar ini sudah berembus sejak beberapa hari lalu. 

Bahkan balapan ini juga kabarnya menjadi ajang taruhan uang mencapai Rp150 juta. Pada Selasa (14/5/2019) malam menjelang pergantian hari, kawasan depan DPRD hingga Menara Jagung mulai dipenuhi warga yang kebanyakan berusia remaja. 

Beberapa sepeda motor yang dimodifikasi sedemikian rupa mulai berdatangan. Di sisi lain, polisi yang sudah mencium kabar adanya balapan liar ini dan sudah menggali informasi di lapangan bersiap di Mapolres Boyolali.

Anggota Black Mamba (tim khusus bentukan Polres Boyolali) di bawah kendali Wakapolres Kompol Zulfikar bersama anggota Dalmas, Satlantas, dan Polsek Mojosongo bersiap melakukan penyergapan.

Beberapa saat kemudian atau sekitar pukul 02.00 WIB, informasi menyebutkan balapan liar sudah dimulai. Tim Polres Boyolali langsung mendatangi lokasi. 

“Informasi balapan liar ini memang sudah ada sejak beberapa waktu lalu dan tadi informasi itu valid sehingga kami langsung datang dan membubarkan mereka. Para joki beserta kendaraan milik mereka maupun sepeda motor yang tidak lengkap surat-suratnya kami bawa ke Mapolres. Mereka kami bina dan kami bolehkan pulang setelah mereka bisa menunjukkan kelengkapan kendaraan,” ujar Zulfikar saat dihubungi melalui telepon seusai kegiatan.

Zulfikar membenarkan informasi balap liar diwarnai taruhan hingga Rp150 juta. “Iya, katanya mau ada yang taruhan Rp150 juta. Tapi sampai saat ini kami belum menemukan uang yang diduga dijadikan taruhan itu,” imbuh Zulfikar.

Dia menyayangkan balap liar tersebut, terlebih dilakukan pada Ramadan. Balap liar di Boyolali ini merupakan pindahan dari ajang serupa di Klaten, Semarang, dan kota lainnya. 

“Jokinya kebanyakan dari luar Boyolali. Mereka balapannya pindah-pindah. Kenapa mereka pilih Boyolali? Karena trek di sekitar Alun-Alun Kidul ini menurut mereka lebih bagus dibandingkan daerah lain,” kata Wakapolres.