BEM Se-Soloraya: Jangan Putus Silahturahmi Karena Beda Pendapat

Rektor Uniba Solo, Pramono Hadi (tengah), menyampaikan materinya dalam Silaturahmi dan Buka Bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Soloraya dengan tema Ramadan dan Momentum Persatuan: Merawat Keakraban dalam Kebhinekaan di Aula Sido Luhur Uniba, Solo, Rabu (15/5 - 2019).
16 Mei 2019 22:49 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Soloraya mengadakan silahturahmi dengan anggota BEM di seluruh Perguruan Tinggi (PT) baik negeri maupun swasta. Kegiatan tersebut membawa pesan damai setelah pemilu berjalan kondusif.

Hadir dalam kegiatan itu Rektor Universitas Muhammadiyah Solo, Sofyan Anif, dan Rektor Universitas Batik (Uniba) Solo, Pramono Hadi. Koordinator BEM se-Soloraya, Muhammad Arief Oksya, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari keprihatinan mengenai euforia Pemilu 2019 yang berpotensi memecah belah masyarat.

“Hari ini [Rabu] yang hadir sekitar 200 anggota BEM Se-Soloraya. Kami menekankan jangan sampai menimbulkan perpecahan. Pesan damai harus menjadi komitmen bersama. Siapapun yang menang harus legawa. Jangan sampai terjadi kerusuhan di masyarakat. Kami ingin damai lintas organisasi," ujarnya saat ditemui Solopos di Aula Sido Luhur Universitas Batik (Uniba) Solo, Rabu (15/5/2019).

“Belakangan ini, berbedanya pandangan sering kali dijadikan sebuah dasar untuk memutuskan silaturahmi. Apalagi seperti saat ini usai digelarnya Pemilu 2019. Berkembangnya teknologi yakni media sosial juga menjadi alat yang sering kali digunakan untuk memutus tali silaturahmi. Fitur blokir, unfriend, yang berujung putusnya tali silaturahmi hanya karena perbedaan pandangan berujung putusnya hubungan di dunia nyata,” ujarnya.

Ia mengatakan setelah pemilu sering kali terjadi perdebatan yang berujung pada putusnya tali silaturahmi. “Putusnya komunikasi yang sering kali terjadi berawal dari sosial media seakan lupa bahwa sesama muslim adalah saudara. Dalam agama Islam tidak mengajarkan untuk menghujat atau bahkan mencela karena beda pandangan. Rasulullah datang untuk memperbaiki akhlak, sebagai muslim harus selalu menyadari hal itu sehingga selalu berusaha untuk berakhlak yang baik,” ujarnya.