Calon Petahana Pilkades Boyolali Mulai Kampanye Via Poster dan Medsos

Poster bergambar mantan Kepala Desa Dibal, Budi Setiyono, terpasang di pinggir jalan desa tersebut. Foto diambil Kamis (9/5 - 2019).
16 Mei 2019 23:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Poster-poster bernada kampanye milik sejumlah calon kades petahana di Boyolali mulai bermunculan.

Di Kecamatan Ngemplak, sedikitnya dua buah poster milik Kepala Desa Dibal, Budi Setiyono, ditemukan di pinggir jalan desa setempat.

Poster berbahan MMT ini berukuran sekitar 60 cm x 40 cm. Dalam poster tersebut, terdapat foto Budi disertai kalimat bernada kampanye. Tertulis mohon doa dan dukungannya kita lanjutkan pembangunan untuk Desa Dibal.

Gambar-gambar bernada kampanye juga ditemukan dalam akun media sosial Facebook milik mantan Kepala Desa Manggung, Marsono.

Jika kembali mencalonkan diri, berarti Marsono memiliki peluang menduduki jabatan Kepala Desa Manggung untuk periode kedua.

Dinding media sosial Facebook milik Marsono yang memiliki nama akun Ky Lurah Manggung diketahui telah menyimpan foto-foto bernada kampanye sejak April lalu.

Dalam gambar-gambar itu, tampak Marsono berpose mengenakan pakaian putih disertai beberapa kalimat seperti ‘Calon Lurah Manggung Periode 2019-2025’, ‘Wegah Ganti Lurah’, ‘Sing Lawas wis Genah’. Gambar-gambar tersebut bahkan menyertakan tanda tagar #2019Lanjutkan dan #wegahgantilurah.

Marsono mengakui dirinya memang berniat maju kembali di Pilkades 29 Juni nanti. Namun demikian, dirinya belum melakukan kampanye apapun karena jadwal belum ditetapkan.

Konstituen

Hanya saja, sebagai cakades petahana, Marsono mengakui diuntungkan dengan adanya konstituen di desa. “Lurah lama biasanya orang sudah pada kenal,” kata dia, Kamis (9/5/2019).

Sementara seluruh gambar di media sosial diakuinya diunggahkan oleh seorang warga yang merupakan pendukungnya tanpa paksaan. “Saya sendiri tidak berani kalau melakukan itu [mengunggah foto],” imbuhnya.

Sementara itu, Budi Setiyono mengatakan dirinya akan maju sebagai cakades jika masih ada dukungan dari masyarakat. “Nanti dilihat dukungannya dulu,” kata dia.