Solopos Hari Ini: Pindah KK Tanpa Batas Waktu

Harian Umum Solopos edisi Jumat (17/5 - 2019).
17 Mei 2019 09:45 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Pindah kartu keluarga (KK) untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) SD dan SMP 2019/2020 di Kota Solo tidak dibatasi waktu. Kebijakan itu dinilai berpotensi menimbulkan masalah baru dalam PPDB.

Calon siswa yang pindah KK ke Kota Solo hanya bisa diterima bila masuk dalam KK yang memiliki hubungan keluarga secara langsung yaitu ayah, ibu, kemudian kakek dan nenek. Sedangkan calon siswa yang masuk KK dari kerabat seperti paman, tante, atau saudara lainnya tidak bisa diterima.

Ulasan mengenai kependudukan terkait PPDB 2019/2020 itu menjadi sorotan di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Jumat (17/5/2019). Berita tersebut bisa dibaca selengkapnya di E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga menyajikan kabar terbaru dari pengeroyokan terhadap Kasatreksrim Polres Wonogiri AKP Aditia Mulya Ramdhani. Kini, polisi masih memburu pengeroyok pertama.

Polisi Buru Pengeroyok Pertama

Polres Wonogiri menahan lima tersangka yang diduga mengeroyok mantan Kasatreksrim Polres Wonogiri AKP Aditia Mulya Ramdhani. Lima tersangka itu ikut mengeroyok Aditia karena sebelumnya sudah terjadi pengeroyokan.

Dari lima tersangka yang ditahan semuanya menuturkan sudah melihat pengeroyokan terlebih dahulu dan jumlahnya sangat banyak. "Jadi sebelum mereka ikut mengeroyok, mereka melihat pengeroyokan dulu. Kami juga masih mencari tahu bagaimana Pak Adit bisa terpisah dengan rekan-rekannya," kata Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Purbo Ajar Waskito mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, saat ditemui wartawan di kantornya, Kamis (16/5/2019).

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada ulasan mengenai harga tiket pesawat yang masih tinggi. Ada pula berita tentang tingginya biaya operasional Batik Solo Trans (BST).

Harga Tiket Belum Turun

Agen perjalanan di Solo mengeluhkan masih tingginya harga tiket pesawat terbang khususnya untuk penerbangan domestik. Padahal pemerintah melalui Kementerian Perhubungan resmi menurunkan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat sebesar 12%-16%.

Alhasil, permintaan pemesanan tiket untuk tujuan dalam negeri turun hingga 30%. Pemilik Batari Tour and Travel Solo, Mirza Ananda, mengatakan pihaknya selaku agen perjalanan merasa diberi harapan palsu terkait tiket pesawat udara ini.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Operasional Tinggi, PT BST Minta Subsidi

Manajemen PT Bengawan Solo Trans (BST) selaku operator tiga koridor Batik Solo Trans (BST) mengeluhkan tingginya biaya operasional yang tak sebanding dengan pemasukan tiket penumpang.

Hal itulah yang membuat mereka mengajukan permohonan subsisi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Hari Prihatno, menyebut PT BST kerap merugi sehingga harus tombok.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.