Jelang Lebaran, Taman Bendung Tirtonadi Solo Rasa Eropa Malah Tutup

Bendung Tirtonadi Solo diselimuti kabut. (Instagram - Jelajah Solo)
17 Mei 2019 13:00 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Masyarakat Kota Solo menyayangkan ditutupnya Taman Bendung Tirtonadi Solo sisi utara. Apalagi saat ini mendekati masa libur Lebaran 2019 sehingga diperkirakan banyak warga yang ingin berekreasi di taman itu. 

Kawasan yang juga dikenal dengan Bendungan Gilimanuk karena berada di perbatasan Gilingan-Manahan-Nusukan itu ditutup karena ada kerusakan dan sedang dalam proses perbaikan.

Taman ini sempat viral di media sosial (medsos) karena tampilannya yang mirip ruang publik di Eropa. "Dulu saat selesai dibangun dan dibuka untuk umum ramai sekali. Tapi beberapa waktu terakhir ditutup karena rusak dan membahayakan kalau ada pengunjung. Yah, sayang saja sih taman sebagus itu malah tutup saat libur Lebaran,” ujar warga Nusukan, Dwi Ardi, saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (15/5/2019).

Penutupan Taman Bendung Tirtonadi sisi utara juga berdampak terhadap puluhan warga Minapadi, Nusukan, yang dulu berjualan di pinggir taman itu. Mereka tak bisa lagi berjualan dan mendapatkan pemasukan tambahan mendekati Lebaran.

Padahal saat taman itu dibuka untuk umum cukup banyak warga sekitar yang menjajal peruntungan dengan berjualan aneka makanan, minuman, dan cemilan. Pada Minggu pagi masyarakat membeludak tak tertampung di area taman.

Selain pengunjung taman, sejumlah warga memanfaatkan ruang terbuka taman untuk melakukan kegiatan senam kesehatan jasmani. Penuturan senada disampaikan Ketua RW 011 Distrikan, Nusukan, Joko Siswanto, kepada Solopos.com.

Dia memprediksi saat masa libur Lebaran Taman Bendung Tirtonadi sisi utara masih tutup menilik kondisi kerusakan taman. Joko berharap pihak terkait segera memperbaiki bagian taman yang rusak agar bisa kembali dinikmati masyarakat.

“Semoga segera diperbaiki, karena Jl. Popda akan diaspal,” tutur dia. 

Keberadaan ruang-ruang publik baru yang aman, nyaman, dan menarik sangat penting di Kota Solo. Apalagi saat para perantau pulang kembali ke Kota Bengawan.

Diberitakan sebelumya, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, sempat meminta agar Taman Bendung Tirtonadi segera diserahkan kepada Pemkot Solo. Tujuan agar Pemkot bisa mengelola secara penuh Taman Bendung Tirtonadi.

Tapi selang beberapa pekan setelah pernyataan Rudy itu justru terjadi kerusakan di Taman Bendung Tirtonadi sisi utara. Sebagian taman ambles dan rawan longsor. Akhirnya Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) selaku penanggung jawab proyek itu menutup sementara taman untuk diperbaiki.