2.987 Peserta JKN Penerima Bantuan Iuran di Solo Dicoret Dari APBN

BPJS kesehatan. (Antara)
17 Mei 2019 20:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kementerian Sosial menghapus ribuan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) Penerima Bantuan Iuran (PBI) asal Solo dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan pencoretan tersebut membuat cakupan kepesertaan JKN Solo menurun meski pemerintah kota (pemkot) terus berupaya meningkatkan kepesertaan.

“Kalau dicoret terus, bagaimana bisa 100 persen?” keluh Ning, sapaan akrabnya, kepada wartawan seusai penyerahan JKN-KIS di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Jumat (17/5/2019).

Berdasarkan catatan DKK, cakupan kepesertaan JKN-KIS Kota Solo per Februari 2019 mencapaI 554.365 jiwa atau 98,32 persen. Namun cakupan pada Mei ini justru menurun menjadi 97,47 persen.

Padahal, Pemkot Solo terus membagikan ratusan JKN-KIS PBI setiap pekannya. “Dari pusat yang dinonaktifkan 2.987 jiwa [data bulan ini]. Padahal Jumat ini saja kami hanya menambah 1.752 JKN KIS,” ungkapnya.

Pencoretan tersebut terjadi setiap bulan dengan alasan beragam mulai dari data kependudukan yang tidak akurat, kepindahan penduduk, maupun karena meninggal. Kendati begitu, DKK tak memiliki data siapa saja penerima JKN-KIS PBI APBN yang dicoret maupun alasan pastinya.

“Kalau dicoret, harusnya Dinsos mengajukan lagi, padahal [pencoretan] itu sudah sejak kapan, setiap bulan ada,” kata Ning.

Dimintai konfirmasi secara terpisah, Kabid Pemberdayaan Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Kota Solo, Dian Rineta, mengaku tidak memiliki data peserta JKN-KIS PBI.

“Yang menonaktifkan BPJS [Badan Penyelenggara Jaminan Sosial] dan Kemensos. Mungkin datanya di BPJS,” tulisnya dalam pesan singkat.

Dengan dicoretkan peserta JKN-KIS dari APBN otomatis peserta bersangkutan tidak lagi mendapat bantuan iuran dari negara. Konsekuensinya mereka harus membayar sendiri iuran JKN setiap bulan sama seperti peserta JKN non-PBI.