Petahana Ini Dikabarkan Ajak Istri Maju Pilkades Boyolali

ilustrasi pilkades, pemilihan kepala desa. (Solopos/Whisnu Paksa)
17 Mei 2019 23:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Mantan Kepala Desa Karangduren, Kecamatan Sawit, Boyolali, Haryanto, santer dikabarkan bakal mengajak istrinya, Siti Rahayu, untuk maju sebagai calon kepala desa (cakades) dalam pilkades serentak 29 Juni mendatang.

Informasi yang beredar di tingkat warga Desa Karangduren, Haryanto akan maju kembali sebagai cakades petahana. Sementara istrinya, Siti Rahayu, juga dikabarkan akan maju sebagai cakades penantang untuk kali pertama.

Beredarnya kabar ini bisa jadi berkaitan dengan antisipasi calon kades petahana jika tidak ada calon lain yang mendaftar. Agar tidak melawan kotak kosong, calon kades petahana ini bisa mengajak siapapun menjadi penantangnya.

Namun di satu sisi, di kalangan warga juga ada informasi bahwa yang akan menjadi penantang tidak hanya istri calon petahana. Namun, masih ada sejumlah kandidat lain yang bakal ikut bersaing.

Informasi yang diterima Solopos.com, minimal akan ada lima cakades atau bahkan lebih yang akan bertarung di Pilkades Karangduren, Sawit.

Jika hal tersebut benar terjadi, maka panitia pilkades di Desa Karangduren harus menyelenggarakan seleksi tambahan dan ujian tertulis bagi cakades pada 24 Juni mendatang.

Seperti yang telah ditetapkan, seleksi tambahan dan ujian tertulis harus dilakukan apabila cakades mencapai lebih dari lima orang. Ujian tersebut dilaksanakan pada hari yang sama dengan penetapan cakades yang memenuhi persyaratan.

12 Tahun

Haryanto membenarkan jika dirinya akan maju sebagai cakades untuk masa jabatan kali ketiga. Meski demikian dirinya mengaku masih santai dan tidak terburu-buru dalam mengurus pemberkasan.

“Kalau hari-hari ini minta surat ke Polres [Boyolali] untuk syarat pasti masih ramai jadi nanti saja,” kata Haryanto ketika ditemui Solopos.com, di rumahnya, Kamis (16/5/2019). Dia juga belum membeberkan rencana kapan akan mendaftarkan diri ke panitia pilkades setempat.

Haryanto menambahkan karena periode ini merupakan jabatan terakhir jika terpilih, dirinya tidak akan ngoyo dalam berkampanye. “Wong sudah 12 tahun, kalau masih dikehendaki masyarakat yang tinggal dilakukan lagi sebaik-baiknya,” kata dia.

Disinggung soal istrinya yang juga akan menjadi penantang, Haryanto tak menampik, namun juga tidak membenarkan.

Persyaratan

Secara diplomatis dia mengatakan, “Sekarang kan cakades tidak boleh lawan kotak kosong, ya jadi nanti dilihat lawannya, barangkali ada kemungkinan maju [jadi calon kades],” ujarnya. Haryanto juga berujar bahwa istrinya belum mengurus persyaratan untuk mendaftar sebagai bakal cakades.

Pagi itu Haryanto mengatakan istrinya Siti Rahayu sedang tidak berada di rumah. Siti diketahui merupakan seorang guru pendidikan anak usia dini (PAUD) di desa.

Informasi di Kantor Desa Karangduren hingga Kamis siang belum ada satu pun pendaftar calon kades. Sekretaris Desa Karangduren, Suciman, belum bisa memastikan jumlah kontestan cakades tahun ini di desanya.

“Kalau belum mendaftar kan belum resmi,” kata dia. Meski demikian Suciman menyebutkan sedikitnya dua orang warga telah mengambil formulir pendaftaran bakal cakades.