SMK Gratis untuk Siswa Miskin Ini Raih Peringkat I UNBK se-Solo

Aktivitas siswa SMK IT Smart Informatika Solo. (Istimewa/http://smkitsi.sch.id - )
18 Mei 2019 12:00 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO — SMK IT Smart Informatika Solo yang merupakan sekolah gratis untuk siswa miskin mendapat peringkat pertama dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMK se-Solo.

Kepala SMK IT Smart Informatika, Ali Mursidi, mengatakan prestasi yang diraih merupakan hasil kerja sama banyak pihak. Dirinya bersyukur atas capaian tersebut.

“Bersyukur kami dapat peringkat pertama, SMK IT Smart Informatika mendapatkan nilai rata-rata 70,56. SMK IT Smart Informatika meraih peringkat I dari 49 SMK negeri dan swasta di Solo,” ujarnya saat ditemui Solopos.com di SMK IT Smart Informatika, Jumat (17/5/2019).

Untuk mata pelajaran (mapel) Bahasa Indonesia, siswa SMK IT Smart Informatika memperoleh nilai 88,81 atau meraih peringkat I; Bahasa Inggris 72,68 mendapat peringkat I, Matematika 59,47 mendapat peringkat II, dan Kejuruan 61,28 mendapat peringkat IV.

“Siswa kami mendapatkan pendidikan secara gratis selama tiga tahun. Dana pendidikan berasal dari para donatur Solo Peduli. SMK IT Smart Informatika tahun ini tepat berusia 8 tahun. Hingga kini, sekolah belum memiliki gedung sendiri. Proses pembelajaran dilakukan dengan menyewa sekolah bekas SDN Gremet, “ ujar dia.

Ali mengatakan prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan tak selamanya jadi halangan seseorang untuk meraih berprestasi. Penyebabnya, semua siswa berasal dari keluarga dhuafa. “Saya sangat bangga dengan capaian SMK IT Smart Informatika," jelas dia.

Saat ini, menurut Ali, sekolah sedang menyiapkan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Persiapan dimulai sejak Januari 2019. "Sekolah membentuk tim sukses UNBK yang terdiri atas para guru mapel UN,” ujar dia.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Solo dan Sukoharjo, Suyanta, mengaku bangga atas prestasi sekolah tersebut. Ditambah lagi SMK IT Smart Informatika adalah sekolah gratis yang mengkhususkan orang tidak mampu.

"Semua siswa berhak mendapatkan pendidikan, baik dari keluarga miskin atau kaya. Terbukti siswa SMK IT Smart Informatika yang notabenenya sekolah gratis mempunyi siswa-siswa yang pintar,” ujar dia.

Ali berharap prestasi tersebut tidak berhenti pada tahun ini. Selanjutnya prestasi tersebut diharapkan bisa bertahan pada tahun-tahun sesudahnya. “Ya semoga saja prestasi ini bertahan hingga tahun depan,” ujar dia.