Motor Peserta Mudik Gratis bakal Diparkir di Rooftop Terminal Tirtonadi Solo

Calon penumpang menunggu bus di Terminal Tirtonadi, Solo, Rabu (20/6 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
18 Mei 2019 13:30 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Pengelola Terminal Tirtonadi Solo mengubah tempat penataan sepeda motor yang tiba dari Jabodetabek yang sebelumnya di bagian timur Terminal Tirtonadi kini dirancang di lantai dua atau rooftop terminal.

Hal itu disebabkan penataan sepeda motor di bagian timur terminal menganggu akses bus. Diprediksi, lebih dari 500 sepeda motor akan tiba di Terminal Tirtonadi pada Kamis (30/5/2019).

Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto, kepada solopos.com, Jumat (17/5/2019), mengatakan penggunaan lantai dua terminal sebagai hasil evaluasi pada tahun sebelumnya.

Lantai dua terminal yang saat ini juga berfungsi sebagai lokasi parkir dirasa memungkinkan menampung lebih dari 500 kendaraan.

“Tahun lalu pemudik sangat antusias ketika melihat sepeda motornya, sehingga langsung berlarian menuju ke arah sepeda motornya tanpa melihat bus yang berjalan. Hal itu sangat membahayakan selain menganggu aktivitas bus,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan informasi awal program mudik gratis Kementerian Perhubungan, terdapat 13 angkutan truk dengan kapasitas 40 sepeda motor yang akan menuju Terminal Tirtonadi Solo sejak Rabu (29/5/2019). Namun, jumlah itu diprediksi bisa lebih banyak.

Penataan lokasi merupakan detail yang harus dipersiapkan secara matang. Menurutnya, apabila fungsi terminal hanya digunakan sebagai lokasi drop off pemudik akan lebih mudah.

Namun, penataan sepeda motor yang tiba menjadi hal yang cukup vital karena terminal pada hari datangnya sepeda motor sudah ramai. Sehingga jangan sampai terjadi tidak teraturnya masyarakat akibat kurangnya koordinasi.

Pemindahan dari bagian timur ke lantai dua masih menyimpan beberapa persoalan. Lokasi dropoff sepeda motor berada di sebelah timur terminal, sehingga diperlukan personel untuk memindahkan motor.

“Mau didorong atau dikendarai kami belum mengetahui teknisnya nanti seperti apa, yang jelas seluruh personel terminal sudah siap,” ujarnya.

Sementara itu, informasi sementara yang ia terima, dari Kementerian Perhubungan dan Dishub DKI Jakarta masing-masing akan mengirim 60 bus ke Kota Solo yang akan berangkat dari Jabodetabek Jumat (31/5/2019).

Ia menegaskan saat ini pihak terminal terus berbenah dalam menyambur arus mudik dan balik. Beberapa renovasi dan pemeliharaan fasilitas telah dilakukan, termasuk dengan personel terminal.

Berdasarkan hasil survei Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan, Jawa Tengah, menjadi provinsi tertinggi pemudik dari Jabodetabek dengan 5,6 juta orang.

Sementara itu, Kota Solo menjadi posisi tertinggi jumlah pemudik di Jawa Tengah dengan 642.000 orang atau 4,31 persen dari total pemudik seluruh Jabodetabek.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, menyampaikan pemudik yang menggunakan sepeda motor akan difasilitasi angkutan. Hal itu sebagai upaya menekan angka kecelakaan selama arus mudik dan arus balik.