Jembatan di Kedawung Sragen Ambles Hingga Berlubang Selebar 3 Meter

Jembatan ambles di Dukuh Minggiran, Wonokerso, Kedawung, Sragen, Minggu (19/5/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
19 Mei 2019 15:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Lubang selebar 3 meter kali 2 meter muncul di tengah jembatan penghubung jalur alternatif antara wilayah Dulang di Kecamatan Kedawung, dan Guworejo di Kecamatan Karangmalang, Sragen.

Akibatnya jembatan di jalur yang menjadi akses ke Taman Wisata Dayu Park itu kini tak bisa lagi dilewati kendaraan roda empat. Sejumlah kendaraan roda empat dari arah Guworejo maupun arah Dulang terpaksa berbalik arah saat tahu jembatan itu tak bisa dilewati.

Jalur itu hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Para pengendara motor pun harus antre dan lewat secara bergiliran dari kedua arah. Jembatan setinggi dua meter dengan panjang tujuh meter dan lebar 3-4 meter itu berada di wilayah Dukuh Minggiran RT 005, Desa Wonokerso, Kedawung, Sragen.

Seorang warga Minggiran RT 005, Wonokerso, Kedawung, Sukiman, 70, mengatakan amblesnya lantai jembatan itu terjadi pada Februari lalu. Dia mengatakan awalnya hanya lubang kecil tetapi lama-lama menjadi besar dan terdapat dua lubang.

Lubang pertama yang paling besar berada di tengah jembatan dan lubang yang berdiameter sekitar 1 meter berada di pinggir jembatan sisi utara. Menurut Sukiman, warga sudah melapor ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

"Sepertinya dulu pernah disurvei tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya. Jembatan itu dibangun pada masa kolonial, yakni sekitar 1941. Seingat saya, pembangunannya bareng dengan pembangunan drainase Wonokerso yang juga buatan Belanda,” ujar pemilik warung makan di sebelah utara jembatan itu.

Halaman rumah Sukiman cukup luas dan sering kali menjadi jalur alternatif untuk menghindari jembatan itu dari arah Winong ke Guworejo atau sebaliknya. Tetapi lambat laun Sukiman tidak berkenan halamannya digunakan untuk jalur lalu lintas itu.

“Kemarin saja ada truk yang terguling karena nekat melewati jalur kecil di sebelah selatan jembatan. Truk itu membawa material paving dan akhirnya ya harus memberi ganti rugi. Kami berharap jembatan itu bisa segera dibangun supaya lalu lintas tidak putus,” ujarnya.

Seorang warga Dukuh Pohireng RT 010, Desa Guworejo, Karangmalang, Mbah Mandut, 60, mengaku harus mencari jalur lain untuk pergi ke Dulang. Dia sering kali menggunakan mobilnya untuk bepergian jauh.

“Sekarang mobil jarang keluar karena jalurnya putus. Kami hanya menggunakan motor karena lebih luwes. Kemarin para siswa SDN 3 Wonokerso mau piknik saja busnya tidak bisa masuk dekat sekolah. Para siswa harus berjalan agak jauh hingga sampai ke tempat parkir bus,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Sragen, Albert Pramono Soesanto, mengaku belum mendapat laporan tentang kerusakan jembatan tersebut. Dia berencana survei ke lokasi pada Senin (20/5/2019) untuk memastikan kerusakan jembatan.

“Selama ini kerusakan jembatan hanya dua yang dilaporkan dan segera dibangun pada 2020, yakni Jembatan Plampang di Wonotolo, Gondang, dan Jembatan Sumberejo-Gondanglegi di Gilirejo Baru, Kecamatan Miri,” ujarnya.