Begini Khidmatnya Umat Buddha Sambut Detik-Detik Waisak Di Candi Sewu Klaten

Beberapa biksu menyalakan lilin di sela-sela rangkaian detik-detik Waisak 2019 di pelataran Candi Sewu, Prambanan, Klaten, Sabtu (18/5/2019) malam. (Solopos - Ponco Suseno)
19 Mei 2019 21:15 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Hari Raya Waisak diperingati ribuan umat Buddha di pelataran Candi Sewu, Prambanan, Klaten, Sabtu (18/5/2019) malam. Serangkaian ritual digelar untuk menyambut detik-detik Waisak di tempat tersebut.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, upacara peringatan Waisak atau Dharmashanti Waisak berlangsung sekitar pukul 21.30 WIB. Selain dihadiri 4.000-an tamu undangan, kegiatan itu juga dihadiri anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud M.D. dan rombongan BPIP lainnya, seperti Sudhamek, Tarjono, dan Romo Benny Susetyo.

Di samping itu hadir pula Ketua Umum (Ketum) Sangha Agung Indonesia (Sagin) Bhikku Khemacaro Mahatera, Ketum Majelis Buddayana Indonesia (MBI) Amin Untario, Perwakilan Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Pusat Halim Wijaya, Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) Calliadi, dan tamu undangan lainnya.

Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin, baru datang ke pelataran Candi Plaosan pukul 23.30 WIB. Sebelum itu, Lukman Hakim Saifuddin menghadiri perayaan Waisak 2019 di Candi Borobudur terlebih dahulu.

“Ada tiga peristiwa penting [pada peringatan Waisak 2019] yang disebut trisuci Waisak. Tema kali ini adalah Mencintai Tanah Air Indonesia. Di sini perlu mengembangkan sikap mawas diri, toleransi, dan membagi kebahagiaan dengan orang lain,” kata Ketum MBI, Amin Untario, di sela-sela Dharmasanti Waisak 2019 di pelataran Candi Sewu, Prambanan, Klaten, Sabtu malam.

Trisuci Waisak meliputi lahirnya Pangeran Siddharta, pencapaian penerangan agung, dan meninggalnya Buddha Gautama. Perwakilan Permabuddhi Pusat, Halim Wijaya, mengajak umat Buddha agar selalu meneladani Pangeran Siddharta dalam kehidupan sehari-hari.

Teladan itu seperti tidak berbuat kejahatan, selalu memperbanyak kebajikan, dan menyucikan batin. Sejauh ini, banyak ditemukan pelanggaran terhadap sila-sila Pancasila, di antaranya pembunuhan, maraknya pencurian, kasus anak di bawah umur yang berhubungan badan selayaknya pasangan suami istri, berbohong, dan penyelundupan narkoba yang merusak generasi penerus bangsa.

“Kebajikan adalah dasar atau sumber menuju ketenangan batin,” katanya.

Ketua Panitia Penyelenggara Detik-Detik Waisak 2019 di Prambanan, Klaten, Suroso Sadewo Putra, mengatakan sebelum Dharmashanti Waisak, digelar berbagai ritual dan prosesi sarana puja terlebih dahulu.

Ritual itu termasuk pengambilan air suci dari tujuh mata air dan api abadi, prosesi sarana puja dari Candi Lumbung menuju altar utama di pelataran Candi Sewu, pembacaan paritta, sutra, dan mantra.

Setelah Dharmashanti Waisak, dilakukan pradaksina atau berjalan mengelilingi candi, pujabakti Waisak, dan meditasi detik-detik Waisak. “Semoga semua makhluk berbahagia,” katanya.