7 Jam dan 8 Orang, Ular Sanca 4 Meter di Gawanan Colomadu Akhirnya Tertangkap

Warga memegangi ular yang tertangkap di Gawanan, Colomadu, Karanganyar, Minggu (19/5/2019). (Solopos - Iskandar)
19 Mei 2019 17:15 WIB Iskandar Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Ular sanca sepanjang 4 meter meneror warga Gawanan RT 004/RW 012, Colomadu, Karanganyar, dan sekitarnya pada Minggu (19/5/2019).

Ular yang ditemukan pada pagi buta atau saat Subuh di gorong-gorong rumah salah satu warga bernama Darmawan.

“Tidak mudah menangkap ular sanca kembang ini karena tenaganya luar biasa. Tadi ada sekitar delapan orang yang turun untuk menangkap ular tersebut. Itu pun baru bisa diatasi menjelang Duhur atau butuh waktu sekitar tujuh jam,” ujar salah satu anggota komunitas pencinta ular dari Boyolali, Samudra Budi, yang ikut menangkap ular tersebut saat ditemui wartawan di lokasi.

Meski tak sampai menggigit, warga kesulitan menangkap ular yang bersembunyi di gorong-gorong berdiameter sekitar 25 sentimeter tersebut. Ular itu diduga melilit sesuatu di dalam gorong-gorong.

Karena itu sejumlah anggota komunitas dan petugas pemadam kebakaran dibantu warga setempat harus bersabar sambil tarik ulur hingga tenaga ular melemah.

Dia menjelaskan setahun lalu ular tersebut sudah diburu oleh komunitas pencinta reptil, petugas pemadam kebakaran, dan warga. Namun ketika itu mereka gagal menangkap ular tersebut dan baru bisa ditangkap pada Minggu siang Ramadan ini.

Selanjutnya ular hasil tangkapan itu akan dilepasliarkan di tempat yang aman bagi ular dan bagi manusia. Selama ini Samudra Budi dan rekan-rekannya sudah beberapa kali menangkap ular cukup besar dan dilepasliarkan di kawasan hutan, jurang atau kawasan yang dipercayai angker oleh masyarakat sehingga aman bagi ular tersebut.

Selama ini pelepasliaran ular temuan mereka telah dilakukan di kawasan Musuk, Sawit, dan Banyudono di Kabupaten Boyolali, serta kawasan lainnya yang jauh dari permukiman warga.

Hal itu dilakukan demi menjaga kelestarian alam. “Kalau kita memutus salah satu rantai makanan bisa memicu bencana yang tidak pernah kita ketahui,” papar Samudra.

Sementara itu, Darmawan mengatakan awal mula memergoki ular itu ketika hendak ke masjid untuk Salat Subuh. Saat itu ular yang pernah dilihatnya sekitar dua tahun lalu berada di carport rumah tetangganya yang kosong.

“Tadi pagi kebetulan Pak RT yaitu Pak Sarwono dan Pak Wondo juga mau ke masjid sehingga kami berusaha menangkapnya. Tetapi ketika mau kami tangkap ular berhasil lolos masuk ke gorong-gorong di rumah saya ini. Karena itu gorong-gorong harus dibongkar,” ujar dia.

Dia mengaku pernah hendak melindas ular itu pakai mobil. Namun ketika itu istrinya melarangnya sehingga dia mengurungkan niat tersebut.

Ketika ular tersebut kembali menampakkan diri pada Minggu pagi dia langsung mengontak komunitas pencinta reptil dan pemadam kebakaran. Mereka dibantu warga akhirnya berhasil menangkap ular yang diduga sudah memangsa sejumlah ayam dan kucing angora milik warga setempat itu.

Berdasarkan pengamatan Solopos.com, lokasi tempat ditemukannya ular itu terdapat semak-semak belukar. Kemungkinan di semak-semak itu lah selama ini ular bersembunyi.