Bulan Puasa, Volume Sampah di Karanganyar Melonjak 20%

Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karanganyar membersihkan sampah di TPS Desa Pandeyan, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, Kamis (16/5/2019). TPS tersebut ditutup karena dekat permukiman. - Istimewa
19 Mei 2019 20:45 WIB Wahyu Prakoso Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Memasuki Ramadan volume sampah di Karanganyar meningkat 20% dibandingkan pada hari biasa. Ritase pengangkutan ditingkatkan pada tempat pembuangan sementara (TPS) yang mengalami kenaikan signifikan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karanganyar, Edi Yusworo, mengatakan, meningkatnya volume sampah akibat munculnya pedagang musiman dan meningkatnya konsumsi kuliner pada Bulan Puasa. Dia menjelaskan, pada hari biasa volume sampah di Karanganyar sebanyak 160 ton per hari.

“Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah volume sampah. Kami meningkatkan jumlah pengangkutan di TPS secara signifikan. Yang tadinya satu hari hanya satu rit. Kami angkut menjadi dua rit,” katanya kepada Solopos.com saat ditemui di kantornya, Kamis (16/5/2019).

Edi memetakan TPS yang mengalami kenaikan pada saat Ramadan, seperti TPS Bulu, Kecamatan Jaten; TPS Jengglong, Kecamatan Bejen, dan TPS Colomadu. Dia mengatakan, DLH memiliki 20 truk pengangkut sampah, 30 kontainer, dan tujuh kendaraan roda tiga untuk mengangkut sampah di Karanganyar.

“Kami baru saja kosongkan TPS di Bulu. Pekan lalu kami juga kosongkan TPS di Jengglong tetapi baru dua hari sudah penuh. TPS di Colomadu juga baru saja kami kosongkan,” katanya kepada Solopos.com.

Dia menjelaskan, satu truk dikemudikan satu driver bersama empat petugas pengangkut sampah. Rata-rata untuk menaikan sampah ke truk secara manual membutuhkan waktu empat jam.

“Kami mengosongkan TPS menyewa alat berat dengan tarif Rp1,5 juta per hari. Untuk menaikan sampah ke satu truk, butuh waktu 30 menit saja. Saat mengosongkan TPS dengan alat berat minimal harus tersedia lima truk supaya efektif. Tetapi hal ini mengorbankan jadwal truk yang seharusnya mengangkut sampah di TPS lain,” ungkapnya.