Awasi Pergerakan Massa 22 Mei Dari Solo Ke Jakarta, Polisi Jaga Stasiun dan Terminal

Calon penumpang menunggu bus di Terminal Tirtonadi, Solo, Rabu (20/6 - 2018). (Solopos/NIcolous Irawan)
20 Mei 2019 18:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Aparat Polresta Solo mulai berjaga di stasiun dan terminal untuk memantau pergerakan massa yang hendak ke Jakarta untuk mengikuti aksi demo 22 Mei saat KPU mengumumkan hasil penghitungan suara Pemilu 2019.

Kapolsek Banjarsari, Kompol Demianus Palulungan, kepada wartawan, Senin (20/5/2019), mengatakan pengamanan kawasan Stasiun Balapan dan Terminal Tirtonadi dilakukan dalam tiga sif dengan satu perwira polisi, enam personel gabungan dari intel, reskrim, dan sabhara, termasuk personel Brimob di bawah kendali operasi pada setiap sifnya.

“Personel bertugas melakukan pengamanan sekaligus memantau pergerakan massa yang berangkat ke Jakarta dalam aksi massa 22 Mei,” ujarnya.

Menurut Demianus, berdasarkan infromasi yang dihimpun polisi, massa berangkat ke Jakarta pada Minggu (19/5/2019) dan Senin (20/5/2019). Namun, berdasarkan pantauannya hingga saat ini belum ditemukan massa yang hendak berangkat ke Jakarta mengikuti aksi 22 Mei.

Ia mengimbau warga tidak usah berangkat ke Jakarta dan tidak usah ikut dalam aksi tersebut. Warga diminta tetap berada di Kota Solo.

Sementara itu, di Stasiun Jebres, beberapa petugas tampak menjaga di pintu keberangkatan penumpang. Kapolsek Jebres, Kompol Juliana B.R. Bangun, mengatakan seluruh jajarannya terus memantau pergerakan massa yang hendak menuju Jakarta.

Menurutnya, hingga saat ini Stasiun Jebres masih nihil massa, namun apabila ada hanya akan diberikan imbauan untuk menjaga diri dan tertib aturan. Menurutnya, kepolisian tidak melarang selama massa berlaku tertib dan tidak membawa benda berbahaya maupun senjata tajam.

Ketua GP Ansor Kota Solo, Arif Syarifuddin, mengimbau seluruh pihak bersikap bijaksana dalam menyikapi hasil Pemilu. Seluruh elemen masyarakat harus bersabar menunggu hasil penghitungan resmi KPU.

"Jangan sampai ada upaya intervensi selama proses rekapitulasi suara berjalan. Serahkan seluruh hasil Pemilu kepada KPU untuk bekerja secara maksimal. Masyarakat harus selalu berpikir positif dan berprasangka baik agar Indonesia memiliki pemimpin yang sesuai dengan pilihan masyarakat," kata dia.