Warga Terbiasa Pilah Sampah, Ngadirejo Sukoharjo Jadi Pilot Project

Pengelola bank sampah menimbang sampah nonorganik yang disetor warga di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Jumat (17/5 - 2019). (Solopos/Istimewa)
20 Mei 2019 23:19 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO-Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, terletak di kawasan satelit Kota Solo yang bisa menjadi salah satu daya ungkit untuk menghidupkan perekonomian wilayah itu. Sebagian besar wilayah itu merupakan permukiman penduduk dan pertokoan. Karakteristik masyarakatnya tak berbeda jauh dengan Kota Bengawan.

Tingginya jumlah penduduk menimbulkan permasalahan sampah rumah tangga yang masih menjadi momok di wilayah perkotaan. Sampah nonorganik bisa didaur ulang yang memberikan keuntungan. Sementara sampah organik dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan pupuk kompos. “Kelurahan Ngadirejo menjadi pilot project bank sampah yang dikelola masyarakat. Ada lebih dari 20 bank sampah yang tersebar di setiap RT,” kata pengelola bank sampah, Budi, saat berbincang dengan Solopos, Jumat (17/5/2019).

Bank sampah yang dikelola masyarakat dirintis pada 2014 lalu. Setiap keluarga menyetor sampah baik organik maupun nonorganik ke bank sampah setiap hari. Tentu saja, sampah rumah tangga yang disetor telah dipilah sesuai jenisnya.

Sampah nonorganik seperti kertas, botol bekas air kemasan, kardus, yang terkumpul lantas dijual kepada pengepul setiap pekan. Sebagian hasil penjualan sampah dibagikan kepada warga. “Sekitar 70 persen hasil penjualan sampah digunakan untuk biaya operasional bank sampah. Nah, sisanya dibagikan kepada setiap warga pada akhir tahun. Jadi, warga juga mendapat penghasilan dari bank sampah,” ujar dia.

Berkat keberhasilan bank sampah yang dikelola masyarakat, Kelurahan Ngadirejo menjadi salah satu lokasi penilaian Piala Adipura   pada Juli dan September. Bank sampah itu turut menyumbang nilai tinggi saat penilaian Piala Adipura Kencana. Alhasil, Sukoharjo berhasil menyabet penghargaan paling bergengsi di bidang lingkungan hidup. “Bank sampah di Kelurahan Ngadirejo menjadi nilai plus Kabupaten Sukoharjo. Tim juri dari pemerintah pusat datang langsung untuk menilai pengelolaan bank sampah dan pemberdayaan masyarakat,” papar dia.

Lurah Ngadirejo Tri Wahyudi mengatakan keberhasilan pengelolaan bank sampah bakal ditularkan kepada masyarakat daerah lain. Beberapa kelompok masyarakat atau instansi pemerintah kerap mengunjungi bank sampah di Ngadirejo untuk belajar cara mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomis tinggi.

Dia membentuk kampung edukasi bank sampah agar ilmu dan pengalaman mengelola sampah dapat ditularkan kepada masyarakat di daerah lain. “Ada beberapa lembaga dan instansi yang melakukan kegiatan studi banding pengelolaan sampah di Kelurahan Ngadirejo. Budaya masyarakat untuk memilah dan menyetor sampah rumah tangga menjadi modal utama pengelolaan bank sampah,” kata dia.