8 Monitor Komputer Digasak Maling, Siswa dan Guru SDN 2 Ceporan Klaten Bingung

Dua guru SDN 2 Ceporan, Gantiwarno, Klaten, menunjukkan ruang guru yang dibobol maling, Senin (20/5/2019). (Solopos - Ponco Suseno)
20 Mei 2019 17:15 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- SDN 2 Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, dibobol maling pada Sabtu (18/5/2019). Delapan layar monitor komputer dibawa kabur pencuri tersebut.

Selain itu, satu layar monitor komputer dan satu proyektor di ruang guru/kepala sekolah (kasek) juga digasak maling. Akibatnya, kini para siswa SDN tersebut tak bisa praktik pelajaran Komputer.

Sejak 2017, seratusan siswa di SDN 2 Ceporan selalu belajar komputer dengan praktik langsung di ruang komputer yang dibangun dari hasil kerja sama pengelola sekolah dengan pihak ketiga, yakni Aldifa Klaten.

“Lantaran sejumlah layar monitor komputer dicuri maling. Para siswa hanya belajar komputer secara teori. Sementara ini tak ada praktik terlebih dahulu. Padahal ketika belajar komputer idealnya langsung praktik,” kata salah satu guru di SDN 2 Ceporan, Maryono, saat ditemui wartawan di sekolahnya, Senin.

Ruang komputer itu terletak di sebelah ruang guru/kasek. Di tembok belakang ruang komputer itu terdapat ventilasi udara yang sudah diteralis besi. Diduga lewat ventilasi udara itulah maling masuk dan mencuri layar monitor komputer.

“Kayu di ventilasi udara itu memang sudah tua. Sepertinya teralis besi itu juga tak terlalu kuat sehingga sangat mudah dijebol pencuri. Selain mencuri layar monitor komputer, para pencuri itu juga menggasak 10 lembar kain batik di ruang kasek. Tadinya, kain batik itu menjadi bingkisan bagi kasek lain yang akan memasuki masa purna di Gantiwarno,” katanya.

Kasus pencurian itu saat ini sudah dilaporkan ke polisi. Kasek SDN 2 Ceporan, Warsini, harus bolak-balik dari sekolah ke Polsek Gantiwarno guna memberikan keterangan soal kejadian itu. Dia berharap kasus pencurian ini segera terungkap.

“Kami masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Kami mengimbau pengelola sekolah agar peralatan elektronik yang dapat dibawa pulang lebih baik dibawa pulang ke rumah oleh bapak/ibu guru. Kami juga berharap penjagaan di sekolah ditingkatkan lagi, kalau bisa menggunakan kamera CCTV,” kata Kanitreskrim Polsek Gantiwarno, Aiptu Agus S., mewakili Kapolek Gantiwarno AKP Kanang Asiyanto dan Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, ini bukan kasus pencurian pertama yang menyasar sekolah di Gantiwarno. Sekitar 2-3 bulan lalu, SDN 1 Mlese, Kecamatan Gantiwarno, juga kehilangan beberapa komputer.