Hati-Hati, Jalur Mudik Karangpandan-Tawangmangu Gelap dan Rawan Longsor

Sukarelawan di Tawangmangu, Karanganyar, memasang banner rawan longsor di jalan tembus, Sabtu (18/5/2019). (Istimewa - Camat Tawangmangu)
20 Mei 2019 14:15 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Jalur mudik sekaligus jalur wisata Karangpandan-Tawangmangu, Karanganyar, hingga jalan tembus gelap dan rawan longsor. Pengendara harus berhati-hati saat melewati jalur tersebut, terutama pada malam hari.

Jalan itu gelap karena lampu penerangan jalan umum (PJU) yang menggunakan tenaga surya (solar cell) banyak yang rusak sehingga tidak menyala.

Anggota DPRD Kabupaten Karanganyar sekaligus Penasihat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Karanganyar, Karwadi, menyampaikan penerangan jalan mulai Karangpandan hingga jalan tembus Tawangmangu banyak yang mati.

"Menjelang Hari Raya jalur ke Tawangmangu atau sebaliknya pasti macet. Tujuan mereka mudik maupun piknik ke Tawangmangu dan sekitarnya. Tetapi penerangan sepanjang jalan itu kurang. Banyak yang mati. Mohon dihidupkan kembali apalagi menjelang Idul Fitri," kata Karwadi saat berbincang dengan Solopos.com, Sabtu (18/5/2019).

Dia menilai lampu penerangan jalan umum (PJU) tidak cocok apabila menggunakan solar cell. Dia meminta pihak terkait merespons dan mengecek hal tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dishub PKP) Karanganyar, Sundoro, mengonfirmasi kondisi itu. Lampu PJU solar cell di ruas jalan Karangpandan-Tawangmangu hingga jalan tembus mati.

"Semua enggak nyala. Solar cell ini paling lama dua tahun. Itu dipasang sebelum 2017 tapi tidak ada pemeliharaan. Padahal solar cell ini harus dipelihara setiap tiga bulan, panel dibersihkan, kabel dan aki dikontrol. Anggaran pemeliharaan tidak ada," ujar Sundoro saat dihubungi Solopos.com, Sabtu.

Sundoro menyampaikan jalan tembus itu milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar hanya bisa melaporkan berkaitan dengan lampu PJU yang mati.

"Sebagian sih masih menyala lampu PJU-nya. Tetapi saya imbau hati-hati melewati jalan itu. Tantangannya gelap, kabut, dan rawan longsor. Lampu PJU solar cell di situ [jalan tembus] rusak karena tangan jahil. Aki hilang, komponen lain juga hilang," tutur dia.

Sundoro menyampaikan Pemkab Karanganyar meminta maaf apabila belum maksimal menyambut pemudik. Tetapi dia mengklaim Pemkab sudah berusaha maksimal mempersiapkan diri menyambut pemudik dan pengunjung selama Lebaran.

Beberapa di antara persiapan itu yakni memasang rambu, flashing, dan PJU di sejumlah lokasi rawan kecelakaan seperti perempatan Tegalgede, tugu Ngipik Karangpandan, Jalan Lawu depan Makodim, ring road Mojosongo, hingga pertigaan Sroyo, Kebakkramat.

"Mohon maaf. Kami berupaya maksimal untuk menambah fasilitas penerangan jalan. Memang betul yang di Popongan ke arah Karangpandan hingga tugu Ngipik itu sudah kami pasang lampu PJU konvensional. Setidaknya mengurangi angka kecelakaan," ungkap dia.

Sementara itu, Camat Tawangmangu, Rusdiyanto, menuturkan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Tawangmangu dan sukarelawan di Tawangmangu memasang rambu peringatan di jalan tembus.

Mereka memasang empat banner berisi imbauan agar pengguna jalan hati-hati melintas di jalan tembus karena rawan longsor. Rusdiyanto menyampaikan sukarelawan di Tawangmangu mengumpulkan dana untuk membuat dan memasang banner tersebut.

"Nanti akan kami tambah kalau dibutuhkan. Kami juga mengecek lampu penerangan di jalan tembus. Kami laporkan ke Kantor Balai Pengelola Sarana Prasarana Perhubungan [BPSPP] Wilayah III Solo. Memang betul PJU di jalan tembus banyak yang rusak dan perlu ditambah. Dalam waktu dekat kami pasang rambu portable dan petunjuk arah mengantisipasi kemacetan selama Lebaran," jelas dia.