Jl. Adisucipto Manahan Solo Ditutup Siang Ini Untuk Apel Kebangsaan

Pengguna jalan berhenti di belakang garis stop saat melintas di perempatan depan Maporlesta, Manahan, Solo, Selasa (8/1/2019). (Solopos - Sunaryo Haryo Bayu)
21 Mei 2019 07:00 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Ruas Jl. Adisucipto dari Simpang Tugu Wisnu ke arah timur hingga flyover Manahan Solo akan ditutup pada Selasa (21/5/2019) karena akan ada apel kebangsaan memperingati Hari Kebangkitan Nasional di Plaza Manahan.

Penutupan jalan akan berlangsung pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB. Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Busroni, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Senin (20/5/2019), mengatakan jajarannya telah menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) untuk pengalihan arus dari ruas Jl. Adisucipto.

Kendaraan dari arah barat yang hendak menuju flyover Manahan akan diarahkan ke utara via Jl. Ahmad Yani lalu belok ke arah Jl. Menteri Supeno dan Simpang Pemuda kemudian belok ke arah selatan (Pasar Nongko).

Sementara kendaraan dari Jl. dr. Moewardi atau arah selatan ke utara akan diarahkan masuk ke bawah terowongan dan mengarah ke perlintasan Pasar Nongko lantas mengarah ke Simpang Pemuda belok ke arah selatan untuk menuju ke Jl. Sam Ratulangi.

Jl. Menteri Supeno akan diberlakukan searah namun situasional tergantung tingkat kepadatan. Hal itu dikarenakan ruas jalan itu terdapat penjual takjil yang memadati jalan.

Menurutnya, konsep rekayasa lalu lintas itu serupa dengan saat pembangunan flyover Manahan. “Kami mohon pengertian masyarakat apabila mobilitasnya terganggu. Rencananya apel tersebut diikuti 5.000 personel gabungan TNI, Polri, Forkompimda, dan tokoh masyarakat yang dipimpin Pangdam IV Diponegoro dan Kapolda Jateng yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB,” ujarnya.

Kawasan yang diprediksi macet yakni Simpang Pemuda. Sebanyak 100 personel Satlantas akan berada di jalan untuk mengatur lalu lintas.

Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Mudo Prayitno, mengatakan telah menyediakan barikade dan water barrier sebagai langkah antisipasi kepadatan lalu lintas.

Dia memprediksi Jl. K.S. Tubun akan menjadi filter agar arus lalu lintas dari Jl. Menteri Supeno tidak melewati ruas Jl. K.S Tubun namun langsung mengarah ke Jl. Ahmad Yani.