Kesbangpol Solo Ajak Mahasiswa Cegah Konflik dan Jaga Persatuan

Kepala Kesbangpol Solo, Indradi, menyampaikan materi mengenai mencegah konflik sosial dan menjaga persatuan pasca-Pemilu 2019, di RM Dapur Ndeso Nogiri Mbak Yun Solo, Senin (20/5 - 2019). (Solopos/Tamara Geraldine)
22 Mei 2019 13:10 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Solo, Indradi, mengingatkan persatuan Indonesia dibangun untuk keutuhan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, dia mengajak semua mahasiswa mencegah konflik sosial dan menjaga persatuan pasca-Pemilu 2019.

”Konflik sosial harus dapat dihindari karena apa pun alasannya merugikan kepentingan bangsa Indonesia. Konflik sosial bisa memperlambat membuat pecah keutuhan bangsa Indonesia,” ujarnya saat ditemui solopos.com di sela–  sela Rapat Umum Mahasiswa Soloraya & Buka Bersama, Senin (20/5/2019), di RM Dapur Ndeso Nogiri Mbak Yun Solo.

Indradi mengaku pelaksanaan Pemilu 2019 yang kompleks dan rumit memicu beberapa kemungkinan konflik, walaupun pelaksanaan pemilu serentak pada 17 April 2019 lalu berlangsung lancar dan damai.

“Misalnya dibayang-bayangi konflik sosial, seperti people power dan tidak ingin memproses secara konstitusi, membangun opini publik dan menimbulkan keresahan masyarakat,” ujarnya.

Dia berharap seluruh pihak, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat dapat menjaga sinergi dalam merawat dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di pasca-Pemilu 2019.

“Negeri ini bisa eksis karena persatuan kita sebagai sebuah bangsa. Jangan sampai karena perbedaan dalam pemilu ini, persatuan dan kesatuan kita terusik,” ujarnya.

Ketua Gerakan Mahasiswa Kawal Persatuan, Ismail Syafruddin, mengatakan akan menjaga persatuan pasca-Pemilu 2019.

“Kami akan jaga apa pun itu demi keutuhan bangsa Indonesia. Kami akan melakukan bagaimana cara untuk menjaga supaya Solo tetap kondusif,” ujarnya.