DKK Sragen Periksa 8 Sampel Makanan Diduga Berbahaya

Pegawai DKK Sragen membawa sejumlah sampel barang dagangan mengandung pewarna dan pengawet saat sidak di Pasar Bunder Sragen, Rabu (22/5/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
22 Mei 2019 19:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen memeriksa delapan sampel makanan yang diduga mengandung bahan pewarna tekstil dan bahan pengawet jenis borak atau formalin.

Delapan sampel tersebut diambil saat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Sragen yang dikoordinasi Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Wakil Bupati (Wabup) Dedy Endriyatno menginspeksi pasar tradisional dan toserba, Rabu (22/5/2019).

Ada dua pasar tradisional yang diinspeksi di Sragen, yakni Pasar Gemolong dan Pasar Bunder Sragen. Selain itu, rombongan Bupati itu juga mengecek dua toserba di Sragen, yakni Luwes dan Mitra.

“Barang dagangan yang diambil DKK terdiri atas kerupuk merah, trowolo, krupuk taro, bakso, janggelan, cendol warna merah, cendol warna hijau, dan ikan teri asin. Sejumlah barang itu kami ambil karena diduga mengandung bahan pengawet dan bahan pewarna. Kalau warga merah terang itu sepertinya mengandung zat pewarna rhodamine B atau sejenis pewarna tekstil,” ujar Kasi Kefarmasian DKK Sragen, Wigiyanto, didampingi Sekretaris DKK Sragen Fanny Fandani saat berbincang dengan Solopos.com di Pasar Bunder Sragen, Rabu siang.

Sampel barang dagangan tersebut akan dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan (Balabkes) Jawa Tengah. Hasilnya nanti dilaporkaan ke Bupati Sragen dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jawa Tengah.

Dia mengatakan sanksi bagi penjual makanan yang mengandung bahan berbahaya itu bisa sanksi peringatan atau pencabutan izin. Dia mengungkapkan rekomendasi itu bisa diberikan kepada Badan Penanaman Modal Perizinan Terpadu dan Satu Pintu (BPMPTSP) Sragen untuk mengevaluasi perizinannya.

“Untuk perizinan tingkat nasional nanti bisa dicabut dari BPOM. Bahan pewarna dan pengawet itu bisa sakit ginjal untuk jangka panjang. Kalau jangka pendek bisa muntah,” ujarnya.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat ditemui wartawan mengatakan tim menemukan sejumlah makanan yang diduga mengandung zat pewarna dan zat pengawet di Pasar Gemolong dan Pasar Bunder Sragen.

Yuni meminta DKK mengambil sampel dan bila perlu mengambil sampel dari sumber pedagangnya. “Sanksinya bisa peringatan dan tindakan tegas,” ujarnya.