Umbul Donga 1.001 Tumpeng Dari Santri dan Pendekar Solo Untuk Jokowi

Kirab Umbul Donga Warga Solo 1.001 Tumpeng Indonesia Bersyukur Jokowi-Amin 2019-2024 di Balai Kota Solo, Kamis (23/5/2019). (Solopos - Nicolous Irawan)
23 Mei 2019 21:15 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Ratusan orang mengikuti acara umbul donga 1.001 tumpeng di Pendapi Gede Kompleks Balai Kota Solo, Kamis (23/5/2019)sore. Mereka adalah santri dan pendekar Pagar Nusa serta kalangan pegawai negeri sipil (PNS) Pemkot Solo. 

Acara yang dimaksudkan sebagai wujud syukur atas terselenggaranya pemilu yang damai serta atas kemenangan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2014 itu diawali dengan kirab atau arak-arakan tumpeng yang di puncaknya tertancap bendera merah putih kecil. 

Kirab dimulai dari belakang Pendapi Gede. Para santri dan pendekar Pagar Nusa membawa tampah berisi tumpeng. Di hadapan mereka, ASN Pemkot Solo yang dipimpin Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo dan Wakil Wali Kota Achmad Purnomo ikut berbaris. 

Rombongan kirab berjalan diawali pembawa patung Bhineka Tunggal Ika bergerak dari belakang Pendapi Gedi, kemudian berjalan kaki melintasi Jl. Jenderal Sudirman, lalu kembali lagi ke Pendapi Gede. 

“Acara kirab 1.001 tumpeng yang diikuti umbul donga ini merupakan wujud syukur atas lancarnya Pemilu 2019. Kemudian ditetapkannya Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024,” kata Wali Kota kepada wartawan, Kamis.

Rudy, sapaan akrab Wali Kota, mengatakan syukuran juga bertujuan mendoakan Joko Widodo, yang pernah menjabat sebagai Wali Kota Solo menjadi pemimpin yang bijaksana sehingga proses pembangunan infrastruktur maupun sumber daya manusia dapat merata untuk meningkatkan kemakmuran rakyat. 

“Sebanyak 1.001 tumpeng ini menggambarkan kepala negara yang hanya satu tapi melayani berjuta-juta rakyat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan golongan,” ucap Rudy. 

Koordinator Gusdurian Jawa Tengah mewakili panitia acara, Husein Syifa, mengatakan salah satu doa dalam umbul donga adalah mendoakan pejuang demokrasi, yakni petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang meninggal dunia karena kelelahan.

“Kami juga berdoa agar seluruh pihak menghormati proses demokrasi yang berkonstitusi. Pak Jokowi bisa menjalankan periode kedua dengan baik, bisa membawa Indonesia menjadi negara yang lebih maju, selamat, damai, dan sejahtera sesuai falsafah negara kita,” ucapnya.