Waspada! Masih Ada Makanan Kedaluwarsa Beredar di Sukoharjo

Petugas tim keamanan pangan gabungan Pemkab dan Polres Sukoharjo menemukan makanan kemasan kaleng yang sudah kedaluwarsa di Swalayan Mitra Sukoharjo, Selasa (21/5 - 2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.)
23 Mei 2019 05:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO-Menjelang Lebaran, peredaran produk makanan dan minuman kedaluwarsa marak beredar di pasaran. Tim Keamanan Pangan gabungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Kepolisian menemukan puluhan makanan dan minuman kemasan dengan kondisi rusak hingga kedaluwarsa dalam inspeksi mendadak (sidak), Selasa (21/5/2019).

Tim melakukan sidak dengan menyisir sejumlah supermarket dan pasar tradisional di Kabupaten Makmur. Berdasarkan pantauan Solopos, tim gabungan terdiri atas Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop dan UKM), Dinas Pertanian dan Perikanan, serta polisi mulai melakukan penyisiran ke Swalayan Superindo Kartasura, Lottemart The Park Mall, Swalayan Mitra, dan Pasar Ir. Soekarno.

Dari hasil penyisiran, tim menemukan aneka makanan dan minuman yang dikemas dalam kemasan kaleng dari berbagai merek dalam kondisi rusak dan kedaluwarsa.

Makanan dan minuman tersebut masih dipajang bersama makanan lainnya. Temuan itu di antaranya belasan susu kemasan kaleng aneka merek, serta bungkusan kaleng makanan penyok. Kemudian untuk makanan kedaluwarsa yang ditemukan adalah tujuh kaleng Whole Kernel Corn merek Del Monte dan tiga kaleng jamur kemasan sudah kedaluwarsa sejak awal tahun lalu.

Petugas tidak menyita hasil makanan dan minuman rusak dan kedaluwarsa tersebut. Petugas hanya mendata dan meminta pemilik untuk mengembalikan barang kepada pabrik. Staf anggota Disdagkop dan UKM Sukoharjo, Suryanto, mengatakan tidak melakukan penyitaan terhadap barang kedaluwarsa.

Pihaknya hanya memberikan pembinaan dan pendataan pedagang. Puluhan produk makanan dan minuman yang ditemukan dalam keadaan rusak dan kedaluwarsa atau expired diminta dikembalikan kepada pabrik produk tersebut.

Dia menilai yang perlu diperhatikan oleh pengelola toko adalah rutin mengecek produk makanan yang dijual. Kemudian menarik seluruh makanan yang sudah kadaluwarsa. “Kalau kedaluwarsa dan penyok jangan diperdagangkan. Karena kemasan yang rusak itu membuat karatan dan mengandung zat berbahaya," katanya.

Pengecekan peredaran produk makanan dan minuman di Kabupaten Makmur akan semakin gencar dilakukan Pemkab sebagai persiapan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Menurutnya, menjelang Lebaran kuantitas perdagangan pangan meningkat tinggi sehingga beberapa pihak yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan momen tersebut.

Plt Kepala DKK Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan pengawasan pangan sudah dilakukan sejak hari pertama puasa dengan melibatkan sejumlah instansi terkait. Mereka seperti BPOM, Dinas Pangan, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo. Petugas disebar turun langsung memantau sekaligus mengambil sampel makanan dan minuman baik dalam bentuk olahan dan kemasan.

“Untuk produk pabrikan maka dicek tanggal kedaluwarsa dan bahan yang digunakan itu mudah karena tertera pada kemasan. Jangan sampai produk makanan dan minuman yang dijual membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Kemudian sampel makanan dan minuman yang diambil oleh petugas saat melakukan pemantauan dicek di Laboratorium Kesehatan Daerah Sukoharjo. Hasil sementara diketahui belum ada temuan kandungan bahan kimia berbahaya. Pemantauan akan terus dilakukan hingga Lebaran.