2 Sopir Bus di Terminal Sragen Terdeteksi Konsumsi Alkohol

Sopir bus Sumber Selamat, Sukrisno, 38, meniupkan alat deteksi kandungan alkohol saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Terminal Pilangsari, Sragen, Kamis (23/5/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
23 Mei 2019 19:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Dua sopir bus di Terminal Pilangsari, Sragen, terdeteksi mengonsumsi alkohol. Hal itu berdasar pemeriksaan yang dilakukan Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen, dan Polres Sragen di Terminal Pilangsari, Sragen, Kamis (23/5/2019).

Selain sopir dan awak bus, sebanyak 50 bus umum juga diperiksa kelaikannya oleh petugas tim gabungan pada kesempatan tersebut. Pemeriksaan fisik bus dilakukan tim gabungan Dishub dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sragen.

Pemeriksaan dilakukan mulai pengecekan fisik bus, tekanan rem, kembangan ban, lampu, hingga penempatan aki. Sementara pemeriksaan kesehatan awak bus dilakukan tim gabungan Kemenkes dan DKK Sragen.

Pemeriksaan kesehatan itu meliputi pemeriksaan tensi, gula darah, kandungan alkohol, dan kandungan amphetamin atau kandungan pada obat-obatan psikotropika (narkoba).

Kabid Angkutan Dishub Sragen, Bintoro Setiyadi, menjelaskan kegiatan ini dilakukan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta, yakni sejenis unit pelaksana teknis di bawah Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes.

Dia mengatakan tujuan pemeriksaan bus angkutan Lebaran agar dalam pelayanan penumpang bisa selamat dan tidak ada gangguan di perjalanan.

“Semua bertujuan untuk keselamatan penumpang dan awak bus. Pemeriksaan fisik bus dilakukan dengan pengecekan rem, lampu, ban, hingga penyimpanan aki. Jangan sampai penyimpanan aki dicampur dengan alat lainnya berbahan besi karena berbahaya bisa mengakibatkan korsleting,” ujarnya.

Kepala TU BBTKLPP Yogyakarta, Dian Trikoriati, mengatakan kegiatan seperti ini digelar di dua lokasi di Jawa Tengah, yakni Sragen dan Kebumen. Dari hasil pemeriksaan sementara ditemukan dua orang yang positif mengonsumsi alkohol.

Namun secara keseluruhan, ujar dia, seluruh awak bus sehat dan direkomendasikan boleh melanjutkaan perjalanan. “Setelah dilihat ternyata kandungan alkohol itu berasal dari obat batuk yang diminum dua orang itu. Jadi kandungan alkohol itu bukan karena mengonsumsi minuman keras,” ujarnya.

Kasi Pelayanan Kesehatan Primer DKK Sragen, Sri Subekti, dalam satu jam tim memeriksa 30 pengemudi bus dan rekomendasinya dinyatakan sehat semua. Dia mengatakan targetnya 50 orang sopir dan awak bus diperiksa.

“Ya, dua orang yang positif mengonsumsi alkohol itu ternyata kandungannya berasal dari obat batuk yang diminum,” ujarnya.