Pemkab Wonogiri Tak Gelar Pasar Murah Selama Ramadan, Ini Alasannya

Ilustrasi pasar murah sembako. (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
23 Mei 2019 20:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Tidak seperti daerah-daerah lain di Soloraya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menyatakan tidak akan menggelar pasar murah pada Ramadan tahun ini.

Hal itu karena Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tak membolehkan anggaran daerah digunakan untuk pengadaan barang, tetapi barang tersebut dijual lagi. Sekretaris Daerah (Sekda) Wonogiri, Suharno, saat ditemui Solopos.com di Sekretariat Daerah (Setda), Kamis (23/5/2019), menyampaikan pada 2019 Pemkab tidak mengalokasikan anggaran untuk menggelar pasar murah saat Ramadan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Berdasar pemeriksaan keuangan awal 2018 lalu, BPK memberi catatan APBD tidak boleh digunakan untuk pengadaan barang lalu barang tersebut dijual lagi. Contohnya, untuk membeli komoditas bahan pangan lalu dijual lagi dalam kegiatan pasar murah.

Menurut BPK, jika hal tersebut dilakukan pertanggungjawaban hasil penjualan barang tersebut menjadi tidak jelas. BPK tidak mempermasalahkan jika Pemkab APBD digunakan untuk memberi bantuan sosial (bansos).

“Tahun ini yang menggelar pasar murah hanya Bulog. Kami hanya ikut memantau. Pemkab Wonogiri juga akan memberi bantuan sosial kepada difabel,” kata Suharno.

Atas hal itu Pemkab juga membatalkan rencana menggelar pasar murah di sejumlah kecamatan yang sedianya digelar saat Ramadan atau Juni tahun lalu. Informasi yang dihimpun Solopos.com, saat itu awalnya Pemkab berencana menggelar pasar murah di 13 dusun kantong kemiskinan di 13 kecamatan.

Dusun itu meliputi Miri (Kismantoro), Ngandong (Purwantoro), Sugihan (Jatiroto), Babadan (Pracimantoro) dan Dedean (Manyaran), Puring (Paranggupito), dan Sawit Kidul (Giritontro), Gunung Beruk (Giriwoyo), Ngandong (Karangtengah), Weru (Nguntoronadi), Pule (Ngadirojo), Kajar (Wonogiri), dan Ngawen (Selogiri).

Namun, pada akhirnya Pemkab menggantinya dengan buka puasa bersama, pemberian ribuan paket bahan pangan untuk difabel, dan ribuan potong sarung dan mukena bagi warga miskin di 25 kecamatan.

Terpisah, Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Wonogiri, Kurnia Listyarini, menginformasikan pada Ramadan ini Pemkab memfasilitasi pemberian bahan pangan kepada 350 difabel. Kegiatan itu berhubungan dengan peringatan Hari Buruh.

Oleh karenanya Dinas Sosial bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan sejumlah perusahaan. Atas kerja sama itu perusahaan menyalurkan dana corporate social responsibility (CSR) dalam bentuk bahan pangan.

Penyerahan akan dilaksanakan di Pendapa Rumah Dinas Bupati kompleks Setda Wonogiri, Senin (27/5/2019) mendatang. “Pada kesempatan itu kami akan menyosialisasikan soal rencana Pemkab yang akan memberi bantuan sosial kepada difabel saat peringatan Hari Difabel Internasional [HDI], Desember mendatang. Kuota penerima ada 350 orang. Pemkab sudah menyiapkan Rp1 miliar untuk merealisasikannya,” kata Kurnia.