Damai Pasca-Pemilu, Pawartos Doa Bersama di Pertigaan Kartasura Sukoharjo

Anggota Pawartos mengikuti doa bersama di Perempatan Kartasura, Sukoharjo, Selasa (21/5 - 2019) malam. (Istimewa / Pawartos)
24 Mei 2019 00:30 WIB Adib Muttaqin Asfar Sukoharjo Share :

Solopos.com, SOLO -- Keluarga besar Paguyuban Wargo Ageng Kartosuro (Pawartos) dan beberapa komunitas yang berada di Kartasura, Sukoharjo, menggelar acara doa bersama dengan tema Untuk Negeriku Indonesia, Selasa (21/5/2019) mulai pukul 22.00 WIB. Hadir beberapa tokoh lintas agama untuk memimpin doa.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, selanjutnya sambutan ketua umum Pawartos Fajariyanto, “Kami mengharapkan Indonesia aman damai dan situasi tetap kondusif” ujar Jarot sapaan Fajariyanto dalam sambutannya.

Kegiatan yang digelar di pertigaan Kartasura ini diisi pembacaan doa dan orasi dari beberapa tokoh lintas agama Kartasura. Kesempatan pertama diberikan kepada Pendeta Danik Ariyanto. Dalam sambutannya dia berharap kondisi masyarakat kembali seperti semula setelah pesta demokrasi dan tidak terjadi perpecahan. Danik juga meminta bangsa Indonesia terus bersatu karena kompetisi pemilu telah selesai.

Aksi dilanjutkan doa dan orasi yang disampaikan oleh pimpinan Pondok Padorama, Gus Umam. Dalam sambutannya Gus Umam mengatakan NKRI harga mati, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus dipertahankan apapun yang terjadi. Gus Umam melanjutkan masyarakat khususnya di Kartasura harus aman dan saling mengamankan.

Dalam orasinya Gus Umam juga menekankan akan pentingnya tolong-menolong dalam kebaikan, bekerja sama, dan gotong royong antar warga di Kartasura. Orasi Gus Umam ditutup dengan doa yang mengharapkan pemilu menghasilkan pemimpin yang amanah.

Koordinator aksi, Dhenny Awesome, mengatakan acara ini bertujuan untuk keselamatan bangsa agar terhindar dari hal-hal yang tidak di inginkan. “Aksi doa kedamaian penuh cinta untuk Republik Indonesia ini digelar agar bangsa ini damai, selamat dunia akhirat seperti yg kita harapkan,” tutup Dhenny.