Gudang Jerami Warga Tanon Sragen Terbakar Diduga Karena Mercon

Warga dan petugas pemadam kebakaran bergotong-royong memadamkan api di gudang milik warga Dukuh Grigit RT 018, Desa Karangtalun, Tanon, Sragen, Kamis (23/5/2019) sore. (Itimewa - BPBD Sragen)
24 Mei 2019 17:40 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Kebakaran terjadi di gudang jerami milik seorang kuli panggul asal Dukuh Grigit RT 018, Desa Karangtalun, Tanon, Sragen, Jumadi, 32, Kamis (23/5/2019) sore. Kebakaran diduga akibat api mercon modifikasi, yakni mercon dengan bahan bakar spirtus.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono, kepada Solopos.com, Jumat (24/5/2019) siang, menjelaskan kebakaran itu kali pertama diketahui Iin Kholis Nurcahyanti, 29.

Iin yang sedang mandi pada pukul 15.15 WIB mendengar suara anaknya Muhammad Rehan Romadhon, 9, berteriak minta tolong karena ada kebakaran. Iin segera menyelesaikan mandinya. Setelah berpakaian, Iin langsung mencari sumber suara dan ternyata api sudah membesar. 

"Iin berteriak minta tolong warga. Warga berdatangan berusaha memadamkan api dan ada yang menghubungi tim pemadam kebakaran. Kejadian diperkirakan pukul 15.30 WIB dan api bisa dipadamkan sekitar pukul 16.30 WIB,” ujarnya.

Sugeng menduga api tersebut dari mainan mercon modifikasi berbahan bakar spiritus milik anak bungsu Iin yang masih berumur 4 tahun. Sugeng mengatakan tidak ada korban jiwa dalam musibah itu tetapi kerugian material diperkirakan mencapai Rp1 juta karena api sempat melahap bagian atap rumah dekat gudang. 

Kapolsek Tanon AKP Heru Budiharto mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan hanya gudang jerami yang terbakar dan kerugiannya kecil. Dia menyebut kerugian paling Rp500.000.