Pesanan Keranjang Parsel Naik, Pengrajin Rotan Trangsan Sukoharjo Rela Lembur

Seorang pengrajin tengah membuat parcel rotan di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Jumat (24/5 - 2019). (Solopos/Bony Eko W.)
25 Mei 2019 10:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO-Ratusan keranjang parsel rotan ditumpuk menggunung di gudang salah satu rumah di Desa Trangsan, Kecamatan Gatak. Sementara tiga orang tengah duduk di tengah-tengah gunungan keranjang parsel rotan. Mereka mengambil beberapa batang rotan di pinggir ruangan. Tak berapa lama kemudian, mereka menekuk batang rotan menjadi beberapa bagian.

Para pengrajin rotan itu tengah membuat keranjang parsel rotan. Mereka tengah merampungkan pesanan keranjang parsel rotan yang digunakan sebagai tempat bingkisan Lebaran. Salah satu pengrajin parsel rotan, Mulyani, terlihat sibuk menekuk batang rotan. Sesekali, ia memotong batang rotan yang tidak rapi.

“Saya harus menambah bahan baku rotan sekitar 20 kilogram lantaran order parcel rotan naik tajam. Menjelang Lebaran, pasokan bahan baku rotan mencapai lebih dari 50 kilogram,” kata dia, saat berbincang dengan Solopos, Jumat (24/5/2019).

Mulyani harus melembur saban hari untuk merampungkan order keranjang parsel rotan. Kadang kala, ia baru beristirahat di atas pukul 22.00 WIB. Jika tak dilembur, Mulyani khawatir order tak rampung menjelang Lebaran.

Peningkatan order kerajinan rotan kerap terjadi menjelang Lebaran. “Setelah Lebaran pun masih banyak pesanan parsel Lebaran dari pelanggan. Tidak ada libur, Sabtu, dan Minggu tetap bekerja karena mengejar target pesanan,” ujar dia.

Hal senada diungkapkan pengrajin rotan lainnya, Suparji. Peningkatan pesanan keranjang parsel rotan terjadi mulai awal Bulan Puasa. Para pengrajin rotan menangguk untung besar lantaran menerima permintaan parsel cukup banyak saat Ramadan.

Pengurus klaster kerajinan rotan Desa Trangsan ini menyampaikan kendala utama pengembangan industri rotan adalah sulitnya mencari sumber daya manusia (SDM). Tak semua kalangan pemuda mau belajar dan meneruskan keahlian orang tuanya dalam membuat kerajinan rotan. Karena itu, para pengurus klaster berinisiatif membuka paket wisata edukasi produksi kerajinan rotan.

“Potensi pangsa pasar lokal sangat menjanjikan termasuk parcel rotan yang permintaannya meningkat menjelang Lebaran,” kata dia.