Pedagang Kuliner Wajib Pasang Harga, Netizen: Setuju! Mau Tanya Gengsi

Ilustrasi sajian prasmanan. (wri.org)
26 Mei 2019 10:00 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Pengusaha rumah makan dan restoran di Kota Solo, Jawa Tengah, diminta memasang harga guna menghindari kenaikan tidak wajar di momen puasa dan Lebaran. Peraturan tersebut dibuat mengingat sejumlah warga berburu wisata kuliner saat momen libur Lebaran tiba.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan, kenaikan harga yang tidak wajar akan mencoreng Kota Bengawan sebagai salah satu destinasi kuliner populer di Indonesia. Rudy, sapaan akrabnya, menyadari Lebaran adalah masa panen bagi pengusaha kuliner. Namun dia meminta agar mereka tidak memanfaatkan momen setahun sekali tersebut dengan semena-mena.

Peraturan pemasangan harga di rumah makan tersebut disambut gembira oleh netizen. Sejumlah warganet menilai daftar harga sangat penting dipasang di rumah makan. Sebab, banyak sekali warga yang kaget karena ditarik bayaran mahal saat jajan di rumah makan di momen Lebaran.

Dukungan netizen disampaikan lewat kolom komentar akun Instagram @jelajahsolo yang membagikan berita Solopos, Jumat (24/5/2019). “Setuju. Nanti kalau mau pesan es teh takut harganya mahal,” komentar @nurcahyonoagus.

Peraturannya kenapa enggak dari dulu sih. Uh, suka deh,” sambung @chimercury.

Kadang terlanjur duduk ternyata enggak ada buku menu dan daftar harganya. Mau tanya gengsi. Nanti dikira enggak punya uang. Setelah makan, ternyata harganya ngepruk,” imbuh @bejorasial.

Guna menghindari was-was saat ingin memesan, karena aku sobat meskeenn,” lanjut @estiupn.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Kabid Pengembangan Perdagangan Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Kristiana, mengatakan imbauan tersebut bakal diterbitkan dalam waktu dekat. Apabila pascaimbauan beredar, pengusaha tersebut masih menaikkan harga dengan tidak wajar, pihaknya tak segan memberi pembinaan dan peringatan.

“Kalau kami lihat, masih ada pengusaha kuliner yang ingin mengambil untung lebih di momen tertentu seperti Lebaran. Kami dengan Dinas Pariwisata [Dispar] akan meminta mereka menghindari praktik tersebut. Pasang daftar harga dan wajar,” kata Kristiana.