THR Cair, Pengunjung Pusat Perbelanjaan Sragen Meluber

Pengunjung mengatre di bagian kasir pada pusat perbelanjaan Mitra Sragen, Minggu (26/5 - 2019). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)
27 Mei 2019 10:30 WIB Moh Khodiq Duhri Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN – Memasuki hari-hari terakhir Ramadan, sejumlah perusahaan sudah mencairkan tunjangan hari raya (THR) kepada karyawan mereka. Hal itu membuat pusat perbelanjaan makin ramai dikunjungi warga. Jumlah pengunjung pusat perbelanjaan di Sragen cukup ramai pada Sabtu-Minggu (25-26/5/2019).

Sejumlah warga berdiri di teras Swalayan Luwes Sragen, Sabtu malam. Mereka berada di sana hanya untuk mengantre mendapatkan troli atau keranjang supaya bisa digunakan untuk berbelanja.

“Saya datang ke sini pukul 19.00 WIB, tapi semua trolinya sudah habis. Padahal biasanya banyak menumpuk atau menganggur di dekat tempat penitipan barang,” ucap Handayani, 32, pengunjung Luwes Sragen asal Karangmalang saat berbincang dengan Solopos.com.

Setelah menunggu selama 15 menit lamanya, Handayani akhirnya bisa mendapatkan troli. Dia pun bergegas masuk ke dalam untuk membelanjakan uang THR yang baru diterimanya Jumat (24/5/2019) lalu. “Alhamdulillah, THR sudah cair. Jadi sudah bisa dibelanjakan untuk kebutuhan Lebaran,” ucap ibu dua anak ini.

Selain di Luwes Sragen, beberapa pusat perbelanjaan di Sragen seperti Toserba Matahari dan Mitra Sragen juga diserbu pengunjung yang ingin membelanjakan THR pada H-10 Lebaran.

Salah satu persoalan yang dihadapi oleh pusat perbelanjaan tersebut adalah kurangnya area parkir. Banyaknya pengunjung yang datang membuat area parkir meluber ke badan jalan raya bahkan ke jalan perkampungan. Beberapa ruas jalan kampung Karangdowo, Sragen Tengah, sudah disulap warga menjadi lahan parkir kendaraan roda dua.

Warga sekitar, jalan tersebut sudah ditutup untuk kendaraan roda empat. Sementara itu, pantauan di dalam pusat perbelanjaan itu, antrean warga yang ingin membayar atas barang yang dibeli mengular di sejumlah kasir.

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sragen, Rawuh Suprijanto, mengatakan semua perusahaan swasta di Sragen sudah berkomitmen untuk membayar THR.

Beberapa perusahaan bahkan sudah membayar THR sejak Jumat lalu. Sebagian besar perusahaan sudah berjanji paling lambat membayarkan THR pada H-7 Lebaran.

“Hanya ada dua perusahaan yang tidak bisa membayar THR hingga 100%. Mereka hanya bisa membayar 90%. Tapi, semua perusahaan di Sragen sudah berkomitmen untuk membayar THR paling lambat H-7,” ucap Rawuh.