Marak Pencurian Padi di Klaten, Netizen Tawarkan Solusi Ini

Buruh tani memanen padi di sawah Kamoyo di Dukuh Kepoh, Desa Bowan, Kecamatan Delanggu, Klaten, Minggu (26/5/2019). (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
27 Mei 2019 22:10 WIB Chelin Indra Sushmita Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Pencurian padi di Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, belakangan ini membuat heboh jagat media sosial. Aksi pencurian tersebut membuat jengkel para petani di Desa Bowan, Kecamatan Delanggu, Klaten.

Salah satu petani yang menjadi korban pencurian padi itu adalah Kamoyo, 62. Pria yang tinggal di Dukuh Kernen, Desa Bowan, Kecamatan Delanggu, Klaten, itu tak habis pikir dengan perilaku pencuri yang membabat sebagian padi hasil tanamnya.

Kisah tragis tentang pencurian padi langsung dari sawah tersebut membuat netizen heboh. Sama seperti Kamoyo, mereka heran dengan aksi pencuri yang aneh tersebut. Sebab, para pencuri mengambil padi di sawah dan hanya menyisakan jerami.

Kabar pencurian padi di Delanggu, Klaten, itu mendapat beragam komentar dari netizen yang menjadi pengikut akun Instagram @_infocegatansolo. Pengelola akun @_infocegatansolo itu mengunggah foto viral sawah yang padinya digasak pencuri sebelum panen, Minggu (27/5/2019).

“Astaghfirullah. Dulu saja menaruh sepeda motor, mesin diesel, dan gabah di tengah sawah aman-aman saja. Lah sekarang padi masih di sawah, nancep di tanah saja dicuri,” komentar @vella.ariska heran.

Mudah-mudahan yang nyuri, kalau makan nasi kalorinya jadi 10 kali lipat. Terus diabetes deh,” imbuh @insertkeywords.

Dulu zaman aku kecil kadang yang mencuri itu tuyul atau sesuatu yang tak terlihat. Sama mbahku kalau sudah siap panen padinya dicat merah. Pernah padinya dicuri malamnya, paginya mbahku keliling kampung melihat padi yang ada cat merahnya. Akhirnya ketemu malingnya,” sambung @adiwiyono_aw memberikan solusi.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, rasa jengkel Kamoyo makin menjadi kala mengingat pencuri yang meninggalkan jerami di tepi tanaman. Selama 20 tahun bertani, pencurian semacam itu baru kali pertama dialaminya.

Kamoyo merupakan satu di antara tiga petani Desa Bowan yang menjadi korban pencurian padi. Modus pencuri yakni memanen padi di sawah. Diduga pelaku memanen padi lantas dirontokkan di lokasi yang sama.

Proses perontokan padi diperkirakan dilakukan dengan cara diinjak-injak. Padi yang rontok dipilih dan dimasukkan pencuri ke wadah. Sementara jerami dari tanaman padi yang dipotong ditinggalkan di tepi sawah.

Para pencuri pergi dengan membawa gabah yang sudah bersih. Tak ada yang mengetahui siapa sosok pelaku. Aksi itu dilakukan pencuri saat malam atau saat mayoritas petani serta warga tak beraktivitas di sawah dan kondisi hari gelap sehingga mereka leluasa melancarkan aksi.