Aksi Klithih Terjadi di Solo, Netizen: Polisi Ada Piket Malam Enggak?

Ilustrasi penganiayaan. (Solopos/Whsinupaksa Kridhangkara)
28 Mei 2019 02:10 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Kisah tragis yang dialami Hendi Aji Santoso alias Bendot menuai simpati warga dunia maya. Pemuda 18 tahun asal Wonosari, Klaten, tersebut menjadi korban klithih atau kejahatan di jalanan saat melintas di depan dealer Sumber Baru Rejeki, Serengan, Solo, Minggu (26/5/2019), sekitar pukul 01.45 WIB.

Bendot meninggal dunia akibat dilempari batu oleh orang tak dikenal saat melintas bersama beberapa temannya di kawasan Serengan, Solo. Lemparan batu tersebut mengenai dadanya hingga terjatuh dan membuat nyawanya tak tertolong.

Kisah tragis yang dialami Bendot tak pelak membuat sejumlah warga Kota Solo resah. Mereka takut mengalami kejadian tak menyenangkan tersebut saat berkendara di malam hari. Alhasil, sejumlah netizen di Solo pun mempertanyakan apakah ada tugas piket bagi polisi di malam hari.

Berbagai pertanyaan dan kekhawatiran netizen disampaikan lewat kolom komentar sejumlah akun Instagram pemuat informasi seputar Kota Solo yang membagikan kabar Solopos.com tentang Bendot. Tak lupa, netizen saling mengingatkan agar lebih berhati-hati saat berkendara di malam hari.

Ini adiknya temanku min @jelajahsolo. Adiknya cuma satu ini disayang masnya. Sekolah dibiayai masnya biar bisa jadi orang membahagiakan orang tua. Malah kehilangan nyawa di tangan orang tak bertanggung jawab,” komentar @puputmaharini_ sedih.

Ada enggak sih dari pihak polisi yang piker untuk muter di jalan malam-malam gitu?” tanya @rizka.cahyaningrum96.

Ini tugas polisi patroli dan intel ngapain? Kok Solo makin enggak aman dan lalu lintas makin semrawut @polrestasurakarta,” sambung @r.dwikichrishadi.

Tak kira Solo aman. Ternyata sama saja. Bikin takut. Padahal pulang nguli malam, Solo-Sragen,” imbuh @fery.0202.

Dikabarkan sebelumnya, rekan Bendot, Ardian Maulana, mengatakan ia beserta rombongannya melintas di Jl. Gatot Subroto dari arah selatan ke utara, tiba-tiba ia dan rekan-rekannya diikuti orang yang tidak dikenal mengendarai dua sepeda motor.

Bendot berboncengan dengan Anita Puspasari, 18, warga Semanggi, Pasar Kliwon. Para pelaku sempat melarikan diri ke arah utara namun dikejar oleh rombongan Bendot. Tiba-tiba lima orang tak dikenal itu berbalik arah sambil melemparkan batu yang mengenai dada dan mulut Bendot.

Bendot terjatuh dari sepeda motor termasuk Anita yang diboncengkan. Ardian beserta rekan-rekannya lantas menolong Bendot sehingga para pelaku melarikan diri. Saat ini, kasus tersebut tengah diselidiki pihak Mapolsek Serengan.