Solopos Hari Ini: Kartasura Potensi Macet Parah

Harian Umum Solopos edisi Selasa (28/5 - 2019).
28 Mei 2019 10:30 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Pintu keluar tol Ngasem berpotensi menjadi titik kemacetan arus lalu lintas hingga ke kawasan Kartasura, Sukoharjo selama arus mudik Lebaran 2019. Pendeteksian itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Djoko Indriyanto saat dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Senin (27/5/2019).

Potensi kemacetan dikhawatirkan terjadi jika kendaraan berbarengan keluar dari exit tol Ngasem. "Lokasi yang diwaspadai rawan kemacetan adalah Kartasura karena dekat dengan exit tol Ngasem," kata dia.

Kabar mengenai potensi kemacetan lalu lintas di kawasan Kartasura saat arus mudik Lebaran 2019 itu menjadi sorotan utama di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Selasa (28/5/2019). Berita tersebut bisa dibaca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Selain itu, di Harian Umum Solopos edisi hari ini ada kabar mengenai pernyataan Komnas HAM yang menyebut ada empat korban meninggal akibat peluru tajam saat kerusuhan 21-22 Mei lalu.

Komnas HAM: 4 Korban Meninggal Akibat Peluru Tajam

Komnas HAM mengungkap hasil temuan lapangan terkait kondisi korban kerusuhan di sekitar gedung Bawaslu pada 21-22 Mei lalu. Empat dari delapan korban meninggal akibat terkena peluru tajam.

Mabes Polri menuding penembakan dilakukan kelompok perusuh. Hingga kemarin, polisi telah menangkap 442 tersangka dan mengungkap tiga kelompok penunggang gelap aksi unjuk rasa.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada kabar mengenai eks Kepala DPU Klaten yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi. Selain itu, ada ulasan mengenai penukaran uang baru di wilayah Solo.

Eks Kepala DPU Jadi Tersangka

Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten menetapkan eks Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Klaten, Abdul Mursyid, sebagai tersangka kasus korupsi di tahun anggaran (TA) 2015 sejak Selasa (21/5/2019). Tersangka yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Klaten tersebut diduga meminta jatah ke sejumlah rekanan atau penyedia jasa proyek hingga senilai Rp1,1 miliar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Espos, Kejari Klaten mulai menyelidiki kasus pungutan liar (pungli) itu mulai 2015. Sejak saat itu, Kejari Klaten terus berusaha mengumpulkan minimal dua alat bukti sebagai dasar menaikkan status ke tahap penyidikan.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Antre Sejak Pagi demi Uang Baru

Sri Mulyani memamerkan beberapa bendel uang anyar yang baru saja didapatkan sebelum memasukkannya ke dalam plastik warna hitam. Ia sempat menunjukkan bendel uang pecahan Rp2.000, Rp10.000, dan Rp20.000 lalu menyimpannya dalam tas slempang biru agar lebih aman.

"Ini fitrah untuk keponakan-keponakan saya pada Idulfitri nanti," tuturnya saat ditemui Espos setelah ia mengantre cukup lama untuk menukarkan uang di Benteng Vastenburg, Solo, Senin (27/5/2019).

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.