Website 196 Desa di Sragen Tak Bisa Diakses, Ini Penyebabnya

Seorang tenaga IT gagal membuka website Desa Singopadu di Kantor Pemdes Singopadu, Sidoharjo, Sragen, Senin (27/5/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
28 Mei 2019 23:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Website informasi milik 196 desa di Sragen tak bisa diakses sejak sekitar sebulan lalu. Hal itu menyusul adanya instruksi dari Badan Siber Sandi Negara (BSSN) untuk mematikan server domain desa.id yang dijadikan basis website 196 desa sejak awal April 2019.

Hanya satu desa yang website-nya bisa diakses yakni Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Sragen. Website www.puro-sragen.desa.id masih bisa diakses meskipun update terakhir yakni 21 Agustus 2018 lalu.

Anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) pun masih tercatat APB Desa 2017. “SID [sistem informasi desa] Puro jalan tapi untuk saat ini setiap mau buka harus minta kode aktivasi terus. Semua desa seperti itu. Untuk website-nya memang belum update lagi. Sekarang persiapan update untuk APB Desa 2019 yang masih dalam proses,” ujar petugas IT Desa Puro, Karangmalang, Sragen, Rifka, saat dihubungi Solopos.com, Senin (27/5/2019).

Rifka menjelaskan website itu berisi berita di Desa Puro, APB Desa, Pilkades, dan seterusnya. Ia juga mengisi data kependudukan dalam SID. Selain itu, ia menyiapkan profil desa kelurahan dan indeks desa membangun (IDM) yang isinya hampir mirip tentang data kependudukan Desa Puro, termasuk jumlah ibu hamil dan anak balita.

Sementara itu, website milik Pemdes Tangkil, Sragen, tak bisa dibuka karena adanya instruksi BSSN tersebut. Kades Tangkil Agus Sriyanto mengakui website desanya error sejak sebulan lalu.

Tenaga IT Desa/Kecamatan Kedawung, Sragen, Lina Istiyani, juga mengakui website Desa Kedawung sulit dibuka sejak sepekan terakhir. Lina tidak mengetahui penyebabnya. “Teman-teman tenaga IT desa lain, saya tidak tahu,” ujarnya.

Kasi Pengembangan Sistem Informasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sragen, Airlangga Putra Dewanata, mengatakan website dengan domian desa.id itu diluncurkan pada 2013 lalu. Dia menyampaikan untuk di wilayah Sragen penggunaan domain desa.id baru dilakukan pada 2016-2017.

Dia mengungkapkan hacker pernah mencoba meretas website desa itu dengan menampilkan tulisan arab. “Kalau Puro tidak kena dampak karena website Desa Puro dibuat dengan menggunakan website-nya Diskominfo Sragen. BSSN memang sedang memperbaiki dan menganalisis peretasan itu supaya tidak menyebar ke wilayah lain. Untuk kepastian sampai kapan maintenance dan analisis itu, kami belum tahu,” ujarnya.