Ramadan, Panti Asuhan di Soloraya Kebanjiran Undangan Bukber

Siswa membaca Alquran seusai Salat Duha di Panti Asuhan Yayasan Nur Hidayah, Solo, Selasa (28/5 - 2019). (M. Ferri Setiawan)
29 Mei 2019 11:00 WIB Tamara Geraldine Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Sejumlah orang mengaku kesulitan mengajak warga panti asuhan untuk berbuka bersama (bukber) karena sudah didahului orang lain. Selama Ramadan, panti asuhan kebanjiran undangan bukber.

Undangan bukber bersama anak yatim piatu sudah banyak muncul sebelum Ramadan. Rektor Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Solo, Tresna Priyana Soemardi, mengaku mengalami kesulitan itu. Ia mengatakan kesulitan saat menggelar acara yang dihadiri anak-anak yatim piatu pekan lalu.

“Sulit sekali menemukan satu panti asuhan yang longgar untuk diajak kegiatan buber. Saya mencari anak-anak panti hampir satu bulan,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Selasa (28/5/2019).

Menurut dia, beberapa panti asuhan di Kota Solo sudah dipadati kegiatan para donatur tetap selama Ramadan. “Pekan lalu saya menggelar kegiatan bukber bersama civitas akademica yang dihadiri yatim piatu. Tim saya mengaku kesulitan mencari panti asuhan yang tidak bentrok dengan kegiataan di lokasi lain. Akhirnya saya menemukan panti asuhan di daerah Serengan,” ujar dia.

Hal senada disampaikan warga Laweyan, Dwi Oktavian. Ia kesulitan mengundang anak–anak panti asuhan untuk diajak buka bersama. “Saya akui di bulan Ramadan ini memang banyak panti asuhan yang sudah dipesan jauh-jauh hari. Saya tidak ada pemikiran untuk memesan jauh-jauh hari sebelumnya,” ujar dia.

Dwi mencari panti asuhan hingga daerah Boyolali. Akhirnya ada salah satu panti asuhan di Boyolali yang longgar pada hari Minggu lalu.”Keluarga saya pusing waktu itu, muter–muter Kota Solo tidak ada panti asuhan yang longgar,” ujar dia.

Ketua Panti Asuhan Nur Hidayah Solo, Aspriyanto, membenarkan hal tersebut. Beberapa panti asuhan sudah dipesan donatur jauh-jauh hari sebelum puasa. Panti asuhan di tempatnya juga ramai dipesan beberapa donatur.

Beberapa donatur memesan tiga bulan sebelum puasa. “Banyak sekali donatur yang mengundang anak–anak panti agar hadir di kegiatan buka bersama. Saya menolak banyak orang yang hendak memesan buber dengan anak panti,” ujar dia.

Selama bulan puasa, jadwal anak–anak di panti asuhan membeludak. Beberapa anak panti harus dibagi untuk menghadiri acara di beberapa tempat. “Penuh kegiatan selama Ramadan ini. Satu hari ada sekitar empat lokasi berbeda yang didatangi beberapa anak panti,” ujar dia.