Nam Air Buka Rute Solo-Banjarmasin, Cek Jadwalnya

Jajaran manajemen Sriwijaya Air dan Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo berpose di depan pesawat tipe ATR 72-600 yang resmi melayani rute Solo-Banjarmasin, Selasa (28/5/2019) sore. (Solopos - Farida Trisnaningtyas)
29 Mei 2019 11:45 WIB Farida Trisnaningtyas Solo Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Nam Air yang merupakan anak perusahaan Sriwijaya Air membuka rute penerbangan baru Solo-Banjarmasin pergi pulang (PP) via Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo di Boyolali mulai Selasa (28/5/2019).

Jalur milik maskapai yang merupakan bagian dari Garuda Indonesia Group ini berpotensi besar sebagai feeder pasar umrah dari Kalimantan.

Branch Manager Sriwijaya Air Solo, Fredy J. De Hart, mengatakan rute baru ini menggunakan pesawat tipe ATR 72-600 dengan kapasitas 70 seat. Menurutnya, penerbangan ini beroperasi setiap hari dengan jadwal Solo-Banjarmasin berangkat pukul 15.40 WIB tiba pukul 18.25 Wita.

Sedangkan dari Banjarmasin berangkat pada pukul 14.25 Wita dan sampai Solo pukul 15.05 WIB. “Kami sengaja membuka rute baru ini berbarengan dengan masa mudik Lebaran 2019. Apalagi rute ini potensial, khususnya bagi mereka yang mudik ke Pulau Jawa,” ujarnya, kepada wartawan, Selasa.

Fredy menambahkan rute baru ini sebagai bentuk upaya Nam Air memberikan opsi penerbangan yang dapat menghubungkan dua kota penting di Jawa dan Kalimantan. Dengan demikian, penerbangan ini penting menjadi pilihan rute mudik atau pun liburan untuk mendongkrak perekonomian daerah.

Harga tiket Banjarmasin-Solo dibanderol Rp1,8 juta. Sementara untuk rute Solo-Banjarmasin senilai Rp1,2 juta. Harga ini sudah termasuk airport tax serta ekstra bagasi 10 kilogram (kg). Rute baru ini dinilai potensial menjaring pasar umrah dari Banjarmasin melalui Solo.

“Kami menerima banyak masukan dari para penumpang untuk membuka rute Solo-Banjarmasin PP. Setelah kami melakukan riset lebih lanjut, kami sepakat dibuka rute baru yang dinilai cukup strategis tidak hanya untuk maskapai melainkan juga perekonomian wilayah setempat,” imbuhnya.

Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Adi Soemarmo, Abdullah Usman, mengatakan Banjarmasin merupakan salah satu rute emas yang banyak diminati penumpang dari dan ke Solo. Rute ini pernah dipakai maskapai Lion Air, tapi ditutup pada medio 2018.

Setelah Banjarmasin, Bandara Adi Soemarmo membidik rute emas lainnya seperti Lampung, Palangkaraya, dan Palembang. “Padahal dulu rute ini load factor-nya bagus, yakni 70%-80%. Kalau sekarang pakai ATR prediksi kami tingkat keterisian bisa mencapai 100%,” katanya.

Dibukanya rute anyar ini juga berarti memperluas pasar umrah. Selama ini market umrah dari Kalimantan via Solo berkontribusi 20%. Dalam hal ini, dia sudah menjajaki relasi dengan manajemen Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin terkait pasar umrah, yakni mengalihkan rute Banjarmasin-Padang ke Solo.

“Ada rencana pengalihan rute umrah dari Banjarmasin ke Padang dipindah ke Solo. Tentunya ini pasar yang sangat menjanjikan,” jelasnya.