Capek Nyetir Saat Mudik? Yuk Pijat Gratis di Rest Area Boyolali

Para terapis memijat pemudik di salah satu tenda rest area jalan tol ruas Salatiga-Kartasura km 487 di Kecamatan Teras, Boyolali, Kamis (30/5 - 2019). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
31 Mei 2019 18:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI - Bagi perantau, berkumpul bersama keluarga saat Lebaran harus dilalui dengan menempuh perjalanan panjang atau biasa disebut mudik. Ada banyak pilihan moda transportasi untuk sampai ke tempat yang dituju, salah satunya melalui jalur darat dengan mengendari mobil.

Pilihan ini tentu ada senangnya dan ada pula susahnya. Senang karena mengendarai mobil sendiri lebih leluasa dibandingkan naik kendaraan umum. Mereka bisa berhenti di mana pun atau menentukan tujuan lain dalam perjalanan. Sedangkan susahnya adalah pengemudi atau penumpangnya harus duduk berjam-jam dalam posisi yang relatif statis. Alhasil, badan pun menjadi capek-capek.

Tapi sekarang hal tersebut tidak terlalu menjadi masalah. Sebab saat ini tersedia berbagai layanan untuk memanjakan pemudik agar selalu segar selama perjalanan. Layanan ini biasanya ada di tempat istirahat (rest area) yang disediakan pemerintah atau instansi lain dan semuanya gratis.

Umumnya tempat ini menyediakan layanan tempat tidur, pemeriksaan kesehatan, dan layanan lain. Bahkan di rest area jalan tol ruas Salatiga-Kartasura km 487 Jalur A di wilayah Teras Boyolali disediakan layanan pijat gratis. Nah, bagi pemudik yang kebetulan berhenti di rest area ini boleh mencoba pijatan para terapisnya.

Layanan ini berada di tenda yang berada di paling ujung atau menjelang pintu keluar rest area, bersama dengan pelayanan pemeriksaan kesehatan. Di sana terdapat 3 anggota tim medis dan 3 terapis (pemijat).

Salah satu pemudik yang memanfaatkan layanan ini, Fahmi, sebelumnya mengaku merasa pegal di betis kirinya akibat terlalu sering menginjak pedal kopling pada mobil bertransmisi manual yang dikemudikannya. “Sekarang kaki saya sudah lebih enak rasanya setelah dipijat sekitar 15 menit sama bapak ini [pemijat],” ujar pemudik yang menempuh perjalanan Jakarta-Malang ini, Kamis (30/5/2019).

Sementara itu, pemudik lain heriawan, 36, mengatakan ingin memanfaatkan layanan pijat untuk mengurangi rasa pusing yang dialaminya. Pemudik yang menempuh perjalanan Jakarta menuju Solo ini mengaku punya riwayat vertigo. “Sebenarnya [perjalanan] saya sudah hampir sampai ke Solo. tapi tiba-tiba pusing, jadi ke sini sekalian biar diperiksa oleh tim kesehatan dan sekalian minta pijat,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu terapis di tenda tersebut, Tumino, 49 mengatakan sejumlah pemudik memang sengaja memanfaatkan layanan ini untuk mengobati rasa lelah mereka atau keluhan lainnya. “Kebanyakan yang datang ke sini adalah yang menyopiri kendaraan. Mereka mengeluhkan rasa capek dan pegal-pegal,” ujarnya seusai memijat seorang pemudik.